Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Alex de Minaur Hentikan Alexander Bublik di Australian Open, Menang Telak 6-4, 6-1, 6-1

Minggu, 22/02/2026
Australia Open

Alex de Minaur tampil dominan saat menundukkan Alexander Bublik dalam pertarungan babak keempat Australian Open 2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Melbourne Park, De Minaur menang meyakinkan 6-4, 6-1, 6-1 hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu setengah jam.

Laga sempat berjalan ketat di awal set pertama. Bublik, yang dikenal dengan servis keras dan permainan tak terduga—termasuk drop shot serta underarm serve—memberi tekanan dengan variasi pukulan dan power dari baseline. Pada kedudukan 4-4, pertandingan masih seimbang dan prediksi kemenangan nyaris 50:50.

Namun, momentum berubah drastis. De Minaur mulai membaca arah servis kedua Bublik dengan lebih baik dan meningkatkan kedalaman return. Ketika Bublik melakukan double fault di momen krusial set point, petenis Australia itu mengamankan set pertama 6-4.

Memasuki set kedua, permainan sepenuhnya dikuasai De Minaur. Kecepatan kakinya menjadi faktor pembeda. Ia memaksa Bublik memainkan satu pukulan ekstra di hampir setiap reli. Hasilnya, unforced error Bublik meningkat tajam.

Bublik yang merupakan petenis Kazakhstan pertama yang menembus babak keempat di keempat turnamen Grand Slam, tampak frustrasi. Permainan agresif berisiko tinggi yang menjadi ciri khasnya justru berbalik merugikan. Ia kesulitan menembus pertahanan solid De Minaur yang belum menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan.

Set kedua dan ketiga berjalan timpang. De Minaur terus menjaga intensitas, memanfaatkan setiap servis kedua Bublik, dan bermain dengan disiplin tinggi. Sementara itu, Bublik terlihat kehilangan ritme dan arah permainan.

Kemenangan ini membawa De Minaur ke perempat final Australian Open untuk kedua kalinya dalam kariernya, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat kuat musim ini. Tantangan berikutnya menanti, dengan lawan berat di babak delapan besar.

Bagi Bublik, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa talenta besar tetap membutuhkan konsistensi di level tertinggi. Sementara bagi De Minaur, performa efisien dan minim kesalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi siapa pun yang akan menghadapinya selanjutnya.

Tags

Terkini