Melbourne – Petenis Amerika Serikat, Amanda Anisimova, memastikan tempat di perempat final Australian Open usai menundukkan wakil China, Wang Xinyu, dalam dua set langsung 7-6, 6-4 pada babak 16 besar.
Laga yang berlangsung di John Cain Arena itu menyajikan duel berintensitas tinggi dengan kualitas pukulan baseline yang luar biasa dari kedua pemain.
Set Pertama: Tie-break Jadi Penentu
Sejak awal pertandingan, Wang tampil agresif dengan dukungan besar penonton. Ia mampu menandingi kekuatan backhand Anisimova dan beberapa kali memaksa reli panjang.
Namun secara statistik, Anisimova menunjukkan dominasinya dari baseline. Sepanjang turnamen, hanya Coco Gauff dan Jessica Pegula yang mencatat kemenangan poin baseline lebih banyak darinya.
Set pertama berlangsung ketat tanpa banyak peluang break. Kedua pemain tampil solid di servis hingga kedudukan 6-6 memaksa tie-break. Di momen krusial, Anisimova meningkatkan agresivitas forehand-nya dan memanfaatkan kesalahan kecil Wang untuk menutup set pertama 7-6.
Pukulan backhand dua tangannya kembali menjadi senjata utama — salah satu yang terbaik di WTA saat ini.
Set Kedua: Drama Cedera dan Mentalitas Juara
Memasuki set kedua, pertandingan sempat terhenti ketika Wang meminta perawatan medis akibat masalah di area pangkal paha kanan. Servisnya kehilangan kecepatan signifikan dibanding set pertama.
Meski begitu, Wang tetap memberikan perlawanan sengit. Ia bahkan sempat membalas break awal Anisimova.
Namun pengalaman dan ketenangan mental berbicara. Anisimova tetap fokus, menjaga konsistensi servis (lebih dari 70% poin dimenangkan dari first serve di set kedua), dan akhirnya memastikan kemenangan 6-4.
Bukti Konsistensi di Grand Slam
Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Anisimova:
Ia kini memenangkan 18 pertandingan Grand Slam berturut-turut setelah merebut set pertama.
Performa ini menegaskan kematangannya. Jika sebelumnya ia kerap terlihat emosional di momen krusial, kini ia mampu mengelola tekanan dengan jauh lebih baik.
Tantangan Berikutnya
Di perempat final, Anisimova berpeluang menghadapi unggulan tinggi. Catatan pertemuannya melawan pemain top 5 cukup kompetitif, dan performanya di Melbourne sejauh ini menunjukkan ia siap melangkah lebih jauh.
Sementara bagi Wang, meski kalah, performanya tetap impresif. Ia kembali membuktikan mampu bersaing dengan pemain elite dunia — bahkan di tengah kondisi fisik yang kurang ideal.
Turnamen masih panjang, tetapi satu hal jelas:
Amanda Anisimova kini bukan sekadar talenta muda menjanjikan — ia adalah kandidat serius juara di Melbourne tahun ini.