WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekecewaan keras terhadap putusan Supreme Court of the United States yang membatasi kewenangannya mengenakan tarif impor tertentu. Dalam pernyataan panjang di hadapan media, Trump menyebut keputusan itu “memalukan” dan menguntungkan negara-negara asing.
Trump menilai mayoritas hakim tidak memiliki keberanian mengambil keputusan yang menurutnya terbaik bagi kepentingan nasional. Ia justru memuji hakim konservatif seperti Clarence Thomas, Samuel Alito, dan Brett Kavanaugh yang mengajukan dissenting opinion atau pendapat berbeda.
Menurut Trump, putusan tersebut memang menolak penggunaan skema tarif tertentu, namun tetap membuka banyak jalur hukum lain yang bahkan dianggapnya lebih kuat.
“Kami punya alternatif yang jauh lebih powerful. Kami tetap bisa membatasi perdagangan, memberi lisensi, bahkan embargo — tapi mereka bilang saya tak boleh memungut satu dolar pun. Itu tidak masuk akal,” ujarnya.
Tarif Global 10 Persen
Sebagai respons, Trump mengumumkan akan segera menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan tarif global 10 persen menggunakan dasar hukum berbeda. Ia juga berencana membuka sejumlah investigasi perdagangan baru terhadap negara yang dianggap melakukan praktik tidak adil.
Trump mengklaim kebijakan tarif selama setahun terakhir telah:
• meningkatkan penerimaan negara hingga ratusan miliar dolar,
• mengurangi penyelundupan fentanyl,
• menghidupkan kembali industri manufaktur,
• serta menarik investasi pabrik ke Amerika Serikat.
Ia bahkan menyebut beberapa negara kini ingin bernegosiasi ulang karena khawatir tarif baru akan lebih tinggi.
Singgung Hubungan Dagang dan Politik
Trump juga menuding ada pengaruh politik dan kepentingan asing dalam gugatan terhadap kebijakan tarifnya. Meski begitu, ia menegaskan putusan pengadilan tidak akan melemahkan agenda ekonominya.
“Keputusan ini justru membuat kewenangan presiden soal perdagangan semakin jelas dan lebih kuat,” katanya.
Trump memastikan seluruh tarif keamanan nasional yang sudah berlaku tetap dipertahankan sambil pemerintah beralih ke mekanisme hukum lain yang dinilai lebih menguntungkan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan fokus utama kebijakan ekonomi Trump: proteksionisme perdagangan untuk memperkuat industri domestik dan menekan defisit perdagangan global.