Melbourne – Petenis nomor dua dunia Iga Świątek tampil dominan saat menghadapi wakil tuan rumah Maddison Inglis pada babak 16 besar Australian Open. Meski sempat mendapat dukungan penuh publik Rod Laver Arena, Inglis tak mampu membendung permainan agresif sang juara Grand Slam dan harus tersingkir dua set langsung.
Świątek membuka laga dengan intensitas tinggi. Pukulan groundstroke keras dan return tajam membuat Inglis kesulitan mengembangkan permainan. Petenis Polandia itu bahkan langsung melesat unggul jauh dan menutup set pertama dengan skor telak 6-0 hanya dalam waktu sekitar setengah jam.
Inglis Bangkit di Set Kedua
Memasuki set kedua, Inglis mulai berani bermain lebih menyerang. Ia memanfaatkan peluang dari second serve Świątek dan sempat mencuri break, memicu sorakan keras penonton tuan rumah.
Namun pengalaman dan konsistensi Świątek kembali berbicara. Variasi permainan — termasuk drop shot dan tekanan terus-menerus ke sisi backhand — membuat Inglis kembali tertekan. Setelah perebutan reli panjang, Świątek akhirnya mengunci kemenangan 6-2.
Statistik dan Analisis
• Set pertama: Świątek menang 6-0
• Set kedua: Świątek menang 6-2
• Dominasi reli baseline dan return jadi kunci kemenangan
• Inglis sempat mencatat break point, namun kalah power dan konsistensi
Sepanjang pertandingan, Świątek unggul dalam kedalaman bola dan kecepatan pukulan, sementara Inglis kesulitan menghadapi tekanan terus-menerus dari baseline.
Menuju Perempat Final
Kemenangan ini membawa Świątek melaju ke perempat final — sekaligus menjaga peluang meraih gelar Australian Open pertamanya. Ia diprediksi menghadapi tantangan berat di babak berikutnya melawan petenis papan atas lain, termasuk kemungkinan duel kontra Elena Rybakina.
Bagi Inglis, perjalanan hingga babak 16 besar tetap menjadi pencapaian besar, mengingat ia memulai turnamen dari babak kualifikasi dan sempat menyelamatkan match point dalam perjalanannya.
Kesimpulan:
Perlawanan wakil tuan rumah sempat memberi harapan, tetapi kelas dunia Świątek terlalu tinggi. Dengan performa solid dan mental juara, petenis Polandia itu kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara di Melbourne.