Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Rubio dan Orban Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Sepakati “Era Keemasan” Hubungan AS–Hungaria

Selasa, 17/02/2026
US Departemen Of State

Budapest — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menggelar konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dalam kunjungan resminya ke Budapest, Senin (waktu setempat). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani perjanjian untuk memfasilitasi kerja sama program nuklir sipil di Hungaria.

Penandatanganan dilakukan oleh Rubio mewakili Pemerintah Amerika Serikat dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, Peter Szijjarto, mewakili pemerintah Hungaria. Kesepakatan ini disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi energi, termasuk sektor minyak, gas, dan nuklir.

Dalam pernyataannya, Orban menyebut hubungan kedua negara tengah memasuki “era keemasan” seiring kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Ia mengklaim hubungan bilateral saat ini berada pada titik tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

“Hubungan antara Hungaria dan Amerika Serikat tidak pernah seimbang dan sebersahabat ini sebelumnya,” ujar Orban. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak Januari tahun lalu, terdapat 17 investasi baru dari perusahaan Amerika di Hungaria, yang disebutnya sebagai rekor dalam satu dekade.

Orban turut menyampaikan apresiasi atas pengecualian sanksi energi Rusia yang memungkinkan Hungaria tetap mengimpor minyak dan gas Rusia demi menjaga stabilitas pasokan energi domestik

Dukung Upaya Damai Ukraina

Terkait perang Rusia-Ukraina, Orban kembali menegaskan dukungan Hungaria terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Washington. Ia bahkan menyatakan bahwa jika Trump masih menjabat saat konflik pecah, perang tersebut “tidak akan pernah terjadi”.

Hungaria juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah jika digelar konferensi perdamaian di Budapest. Orban menambahkan bahwa dirinya diundang menghadiri pertemuan “Board of Peace” di Washington pekan ini.

Rubio menegaskan bahwa prioritas utama Washington adalah mengakhiri perang. Menurutnya, Amerika Serikat saat ini menjadi satu-satunya negara yang mampu mempertemukan kedua pihak dalam meja perundingan, termasuk pembicaraan teknis yang digelar di Timur Tengah dan rencana lanjutan dialog di Jenewa.

“Kami tidak memaksakan kesepakatan, tapi ingin membantu mengakhiri perang yang sangat destruktif ini,” kata Rubio.

Isu China dan Hubungan Strategis

Menanggapi pertanyaan media soal kedekatan Hungaria dengan China, Rubio menegaskan bahwa di bawah pemerintahan Trump, setiap negara berhak bertindak sesuai kepentingan nasionalnya. Ia menyebut Washington tidak meminta negara lain mengisolasi diri, namun mengingatkan pentingnya diversifikasi rantai pasok global agar tidak terlalu bergantung pada satu negara.

Orban menambahkan bahwa sebagai anggota NATO, Hungaria membatasi kerja sama keamanan hanya dengan negara-negara aliansi, namun tetap terbuka terhadap kerja sama ekonomi dengan berbagai pihak, termasuk China.

Sanksi Energi Rusia dan Politik Dalam Negeri

Terkait pengecualian sanksi atas impor energi Rusia, Rubio mengindikasikan kebijakan tersebut berkaitan erat dengan hubungan personal antara Trump dan Orban. Ia menyebut keputusan tersebut akan terus dipengaruhi oleh dinamika hubungan bilateral kedua pemimpin.

Dalam sesi tanya jawab, Orban juga menanggapi isu pemilu mendatang di Hungaria dan kritik dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ia menegaskan bahwa demokrasi Hungaria kuat dan hasil pemilu akan sepenuhnya ditentukan oleh rakyat.

Rubio menolak berspekulasi mengenai hasil pemilu Hungaria, namun secara terbuka mengakui kedekatan personal antara Trump dan Orban telah memberikan manfaat konkret bagi hubungan kedua negara.

Bahas Iran dan Kebijakan Visa

Menanggapi isu global lain, Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran terkait program nuklir tetap terbuka meski diakuinya tidak mudah. Ia menyebut Washington berharap tercapai solusi diplomatik, namun menekankan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada hasil perundingan.

Soal kebijakan visa, Rubio menegaskan bahwa visa bukanlah hak, melainkan izin yang dapat dicabut jika dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional dan keamanan Amerika Serikat.

Tags

Terkini