Ajang balap listrik dunia kembali memanas. Seri keempat musim ini dari Formula E digelar di Sirkuit Corniche Jeddah dengan dua balapan malam sekaligus, menghadirkan peluang besar perebutan poin bagi para pembalap papan atas.
Selain format double header, akhir pekan ini juga menandai kembalinya fitur strategi Pit Boost — pengisian daya super cepat sekitar 30 detik yang dapat menambah sekitar 10% energi baterai mobil. Elemen ini diprediksi menjadi faktor penentu hasil balapan.
Evans Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Sorotan utama tertuju pada pembalap Jaguar, Mitch Evans, yang tiba di Arab Saudi sebagai pemegang rekor kemenangan terbanyak Formula E sepanjang masa setelah meraih kemenangan ke-15 dalam kariernya di Miami.
Meski begitu, persaingan klasemen sangat ketat. Lima pembalap teratas hanya dipisahkan tujuh poin — selisih nyaris tidak berarti dalam dunia balap.
Persaingan Diprediksi Semakin Strategis
Kondisi lintasan malam hari dengan suhu sekitar 23-24°C memberikan grip lebih stabil dibanding balapan siang. Namun faktor energi tetap menjadi kunci.
Pit Boost menghadirkan dilema strategi baru:
• Mengisi daya lebih awal untuk menyerang
• Menyimpan energi untuk serangan akhir
• Menggabungkan dengan Attack Mode satu kali aktivasi
Para tim menilai balapan akan menyerupai permainan catur berkecepatan tinggi.
Peluang Bangkit Tim dan Pembalap
Beberapa tim menjadikan seri ini sebagai momentum kebangkitan setelah hasil buruk sebelumnya. Sementara pembalap berpengalaman seperti Nick Cassidy dan Jake Dennis mencoba menjaga konsistensi di tengah musim yang belum memiliki dominator jelas.
Balapan Jeddah juga terkenal tak terduga. Tahun lalu hasil berubah hingga tikungan terakhir, dan skenario serupa diperkirakan bisa kembali terjadi.
Dengan dua balapan, teknologi pengisian cepat, serta klasemen super ketat, seri Jeddah berpotensi menjadi titik awal pembalap tertentu mulai menjauh — atau justru membuat kejuaraan semakin kacau.