JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan sejumlah perkembangan sektor energi dan pertambangan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut turut membahas progres program prioritas pemerintah, mulai dari pangan, makanan bergizi, koperasi, hingga persiapan pembicaraan kerja sama dengan Amerika Serikat.
Khusus sektor ESDM, Bahlil menyampaikan perkembangan sejumlah isu strategis, termasuk evaluasi tambang emas Martabe di Sumatera Utara. Presiden, kata Bahlil, mengarahkan agar pemerintah bersikap objektif dalam menangani persoalan tersebut.
“Tadi Bapak Presiden sudah mengarahkan, silakan dicek. Kalau memang tidak ada pelanggaran, harus kita pulihkan hak-hak investornya. Kalau ada pelanggaran, ya diberikan sanksi secara proporsional,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan kepastian hukum dan iklim investasi tetap terjaga. Saat ini, Kementerian ESDM bersama Kementerian Lingkungan Hidup masih melakukan penilaian dan kajian. Hasilnya ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat.
“Kita harus fair. Kalau tidak bersalah, ya kita pulihkan haknya. Negara tidak boleh zalim kepada pengusaha, tapi pengusaha juga tidak boleh mengatur negara,” tegasnya.
Progres Hilirisasi dan Groundbreaking Proyek
Selain itu, Bahlil juga melaporkan perkembangan program hilirisasi industri. Dari 18 proyek prioritas yang disampaikan sebelumnya, enam proyek telah memasuki tahap groundbreaking. Sisanya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, Bahlil menyebut pihaknya tengah merumuskan tambahan program baru untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Kita dorong agar kebutuhan dalam negeri yang selama ini kita impor bisa diproduksi di dalam negeri. Ini penting untuk penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja,” katanya.
Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran
Terkait pasokan energi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Bahlil memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan nasional saat ini berada di atas batas minimum 18 hari.
“Untuk solar, produksi kilang Balikpapan sudah cukup. Memang untuk kualitas tertentu seperti RON 92, 95, dan 98 masih ada impor, tetapi stok aman dan tidak ada isu,” jelasnya.
Impor Energi dari AS Capai US$15 Miliar
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana peningkatan kerja sama energi dengan Amerika Serikat. Salah satu poin yang menjadi komitmen dalam pembicaraan dagang adalah rencana pembelian energi dari AS senilai sekitar US$15 miliar.
“Ini terdiri dari LPG, crude oil, dan BBM. Insyaallah kalau Bapak Presiden berangkat ke Amerika, itu akan menjadi bagian dari pembahasan kerja sama bilateral,” ungkap Bahlil.
Ia menambahkan, Indonesia menganut prinsip equal treatment dalam kerja sama investasi. Jika pihak AS berminat berinvestasi di sektor mineral kritis atau nikel, pemerintah terbuka sepanjang mengikuti ketentuan yang berlaku.
Negosiasi Saham 10 Persen Rampung
Terkait isu pemberian saham 10 persen pada proyek tertentu, Bahlil menyebut proses negosiasi telah selesai dan kini tinggal tahap finalisasi perpanjangan.
“Negosiasinya sudah selesai, tinggal sedikit lagi final,” ujarnya.
Dengan sejumlah agenda strategis tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara kepastian investasi, penguatan industri dalam negeri, serta ketahanan energi nasional.