Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa.”
Acara diawali dengan lantunan selawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta munajat yang diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 58 ribu orang, terdiri dari ulama, habaib, tokoh nasional, pimpinan ormas Islam, akademisi, serta masyarakat umum.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pengukuhan susunan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI hasil Musyawarah Nasional XI Tahun 2025. Prosesi baiat dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI KH Muhammad Anwar Iskandar, yang menegaskan komitmen pengurus untuk menjunjung tinggi ajaran Islam, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta mengutamakan kepentingan umat, bangsa, dan negara.
Selain pengukuhan, MUI juga menyerahkan bantuan rehabilitasi tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta rehabilitasi 500 rumah guru ngaji dan marbot masjid yang terdampak bencana alam. Pada kesempatan yang sama, MUI meresmikan pembentukan Muslim Disaster Rescue (MDR) sebagai wadah kolaborasi ormas Islam dalam penanggulangan bencana.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai kunci menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa. Ia menyampaikan apresiasi atas peran strategis MUI dalam menjaga kesejukan, toleransi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa ini akan kuat, adil, dan makmur. Majelis Ulama Indonesia selalu hadir di saat bangsa menghadapi kesulitan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi, melindungi kekayaan alam, serta menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Ia menyebut keselamatan rakyat sebagai prioritas utama negara dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan nasional dan global.
Acara ditutup dengan doa bersama menyambut bulan suci Ramadan, sebagai ikhtiar batin untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.