Boeing mencatat tonggak penting dalam pengembangan sistem tempur udara masa depan setelah berhasil melakukan integrasi, pengujian, dan peluncuran rudal udara-ke-udara dari pesawat tanpa awak MQ-28 Ghost Bat pada 8 Desember 2025. Keberhasilan ini menandai pertama kalinya MQ-28 menjalankan misi tempur lengkap sebagai bagian dari sistem senjata terintegrasi.
Uji coba tersebut merupakan misi kompleks yang melibatkan berbagai platform. Dalam skenario operasi, jet tempur F/A-18 Hornet bertugas mendeteksi dan mengunci target, sementara pesawat peringatan dini E-7 Wedgetail mengelola alur pertempuran serta memberikan otorisasi. Setelah menerima perintah misi, MQ-28 secara otonom meluncurkan rudal udara-ke-udara MRAM dan berhasil menghancurkan target yang telah ditentukan.
Boeing menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata masa depan peperangan udara modern, yang ditopang oleh empat pilar utama. Pilar pertama adalah otonomi penuh. Dalam misi tersebut, MQ-28 hanya menerima empat perintah utama, yakni lepas landas, membentuk patroli udara defensif, melakukan intersepsi target secara mandiri, serta mempersenjatai dan melepas rudal saat berada pada parameter tembak. Seluruh proses lainnya dijalankan sepenuhnya oleh sistem otonom pesawat.
Pilar kedua adalah manusia tetap berada dalam kendali (human in the loop), khususnya dalam penggunaan kekuatan mematikan. Peran manusia diwujudkan melalui F/A-18 dan E-7 yang melakukan pelacakan target, pengambilan keputusan, serta koordinasi antarplatform sebelum MQ-28 diberikan otorisasi untuk menyerang.
Pilar ketiga adalah penerapan arsitektur sistem terbuka (open systems architecture). MQ-28 dirancang sesuai standar Amerika Serikat dan sekutu, serta terintegrasi penuh dalam lingkungan digital. Hal ini memungkinkan Boeing dengan cepat menyesuaikan pesawat untuk misi baru, termasuk pemasangan peluncur senjata untuk pertama kalinya, penambahan komputer manajemen persenjataan, integrasi kemampuan perencanaan misi pihak ketiga, serta penggabungan data link taktis dan persenjataan.
Sementara pilar keempat adalah perubahan cara berpikir dan kolaborasi lintas negara. Boeing mencontohkan pengembangan perangkat lunak MQ-28 yang dilakukan tanpa henti selama 24 jam berkat perbedaan zona waktu antara Australia dan Amerika Serikat. Tim pengembang saling menyerahkan pekerjaan setiap pagi dan malam, sehingga mempercepat proses inovasi dengan kecepatan yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Boeing sebagai salah satu pemimpin global dalam pengembangan sistem otonom militer. Program MQ-28 Ghost Bat juga dinilai sebagai simbol kecerdikan Australia yang dipadukan dengan kepemimpinan teknologi tinggi serta keahlian Phantom Works Boeing.
“Ini menunjukkan bagaimana kami memahami kebutuhan medan tempur masa depan dan sejauh mana kemampuan teknis tim kami,” ujar perwakilan Boeing. “Kami benar-benar mendorong batas kemampuan teknologi tempur udara modern, dan kami sangat bangga dengan seluruh tim yang terlibat.”