Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Ferrari Lebih dari Sekadar Mobil: Kisah Emosional Kolektor yang Menemukan Makna Hidup di Balik Mesin V12

Sabtu, 07/02/2026
Ferrari

Bagi sebagian orang, Ferrari bukan sekadar merek mobil sport. Ia adalah simbol mimpi, dedikasi, dan pencapaian hidup. Hal itu tercermin dari kisah Dr. Ken Modell, seorang dokter bedah LASIK asal New York, yang telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya bersama Ferrari—bukan hanya sebagai kolektor, tetapi sebagai bagian dari perjalanan pribadinya.

“Ferrari selalu menuntut lebih dari Anda sebagai manusia, dan sebagai balasannya ia memberi suara mesin, kecepatan, dan sensasi yang merangsang semua indera,” ujar Dr. Modell. Baginya, mengendarai Ferrari membuat seseorang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri—sesuatu yang menurutnya tidak bisa ditawarkan oleh merek lain.

Kecintaan Dr. Modell pada Ferrari bermula sejak usia 12 tahun. Selama lebih dari 30 tahun bersama merek asal Maranello itu, momen favoritnya tetap sama: mendengar suara mesin Ferrari pertama kali menyala setiap pekan. Dari ruang kerja rumahnya yang menghadap langsung ke koleksi mobilnya, inspirasi dan keindahan selalu menyertai aktivitas sehari-harinya.

“Kalau saya bisa membawa Ken kecil yang berusia 10 tahun ke garasi ini dan menunjukkan apa yang telah saya bangun, saya rasa dia akan pingsan,” katanya sambil tertawa.

Koleksinya mencerminkan filosofi yang jelas: Ferrari yang paling visceral, yang membuat pengemudinya merasa paling hidup. Di antaranya terdapat Ferrari F40, LaFerrari, 599 XX, hingga model-model terbaru yang sudah dipesan seperti F80 dan 296. Menurutnya, LaFerrari adalah puncak dari segalanya—V12 mid-engine dengan keindahan dan performa yang tak tertandingi.

Namun, Ferrari bukan hanya tentang mobil. Melalui keikutsertaannya di komunitas eksklusif seperti Ferrari Corsa Clienti dan Club GT, Dr. Modell justru merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan keluarganya, terutama sang putri, Samantha.

Samantha bahkan pernah mengendarai Ferrari XX di berbagai sirkuit dunia. Salah satu momen paling emosional bagi Dr. Modell adalah saat melihat putrinya mengemudikan Ferrari 599 XX di Italia. “Saya gemetar. Saya ragu-ragu. Tapi ayah saya berkata, ‘Kenapa tidak? Kenapa dia tidak bisa?’” kenangnya.

Bagi Samantha, melihat sang ayah hidup dalam mimpinya juga memberi makna tersendiri. “Ferrari adalah perpanjangan dari siapa ayah saya. Melihatnya begitu terpenuhi membuat saya ikut merasakan kebahagiaan itu,” ujarnya.

Kini, Ferrari bukan hanya hasil kerja keras bertahun-tahun bagi Dr. Modell, tetapi juga ruang berbagi emosi, kenangan, dan warisan keluarga. “Setiap kali saya masuk ke sini, saya masih bisa merasa emosional. Ini adalah puncak dari kerja keras selama bertahun-tahun, dan sekarang saya bisa membaginya dengan putri saya,” katanya.

Lebih dari kecepatan dan kemewahan, Ferrari bagi Dr. Ken Modell adalah pengingat untuk berhenti sejenak, meresapi pencapaian, dan benar-benar merasakan betapa luar biasanya perjalanan hidup yang telah dilalui.

Tags

Terkini