Tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang resmi berakhir setelah tiga hari penuh aktivitas di lintasan. Pada hari terakhir, fokus tim-tim bergeser ke simulasi balapan dan long run, sembari terus menyempurnakan motor spek 2026 jelang dimulainya musim baru.
Dari kubu Ducati, pabrikan asal Bologna kembali menunjukkan performa mengesankan. Marc Márquez menjalani sesi pagi dengan menggunakan fairing depan spek 2025 di kedua motornya, sembari menjajal beberapa elemen aero paket 2026. Namun, sesi tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus setelah sang juara dunia mengalami kecelakaan pertamanya musim ini di Tikungan 1. Rekan setimnya, Franco Morbidelli, juga terjatuh di Tikungan 14.
Sementara itu, Pecco Bagnaia, Fabio Di Giannantonio, Enea Bastianini, dan Alex Márquez tetap mengandalkan konfigurasi aero 2024. Bagnaia mencatat simulasi sprint 10 lap dengan rata-rata 1 menit 58,166 detik, diikuti Marc Márquez dengan 1 menit 58,289. Namun sorotan utama jatuh kepada Alex Márquez. Rider bernomor 73 itu menjadi yang tercepat dalam simulasi sprint dengan rata-rata 1 menit 58,027, sekaligus mencetak lap tercepat keseluruhan tes lewat waktu fantastis 1 menit 56,42 detik—sekitar 0,6 detik lebih cepat dibandingkan catatan kualifikasinya di GP 2025 saat start dari posisi kedua.
Secara keseluruhan, GP26 dinilai sebagai langkah besar Ducati ke depan. Empat pembalap Ducati dengan motor spek terbaru finis di enam besar catatan waktu gabungan, dan tiga dari empat simulasi sprint tercepat hari terakhir juga datang dari kubu Ducati.
Di sisi lain, Aprilia tak sepenuhnya tenggelam di bawah dominasi Ducati. Marco Bezzecchi tampil konsisten dengan simulasi sprint rata-rata 1 menit 58,937. Pada sesi time attack sore hari, Bezzecchi bahkan mampu memecah dominasi Ducati dengan finis hanya terpaut sedikit di atas satu persepuluh detik dari waktu Alex Márquez. Meski masih awal, Bezzecchi dinilai sudah berada di jalur tepat untuk kembali menantang Ducati pada musim 2026.
Yamaha akhirnya kembali ke lintasan setelah absen total di hari kedua akibat masalah teknis pada mesin V4. Jack Miller mencatat simulasi sprint 10 lap dengan rata-rata 1 menit 59,4, sementara Alex Rins menjadi pembalap Yamaha tercepat lewat catatan lap di kisaran 1 menit 57—waktu terbaik Yamaha sepanjang tes Sepang. Penampilan menjanjikan juga ditunjukkan rookie Toprak Razgatlioglu, yang menorehkan 1 menit 58,3, sedikit lebih cepat dari pendatang baru LCR Honda, Diogo Moreira.
Perkembangan Honda terus menjadi sorotan positif. Luca Marini menjalani simulasi sprint 11 lap dengan rata-rata 1 menit 59,5, sementara Joan Mir menyelesaikan 10 lap dengan rata-rata 1 menit 58,9. Mir kembali menjadi pembalap Honda tercepat di hari ketiga, meski tak mampu mengulang catatan 1 menit 56 yang ia torehkan pada hari kedua—sesi yang membuatnya memimpin klasemen harian dan mencatat waktu kelima tercepat sepanjang tes. Manajer tim Honda, Alberto Puig, menyatakan optimisme dengan menegaskan target jelas Honda untuk kembali bersaing memperebutkan kemenangan.
Sementara itu, KTM menuntaskan program tes Sepang dengan Enea Bastianini mencatat simulasi sprint sembilan lap dengan rata-rata 1 menit 59,4, dan Pedro Acosta tampil impresif lewat simulasi 10 lap dengan rata-rata 1 menit 58,7. Acosta juga masih menjadi pembalap KTM tercepat secara keseluruhan di Sepang berkat catatan 1 menit 57,116 yang ia buat di awal pekan.
Dengan berakhirnya tes Sepang, banyak cerita menarik telah muncul dan gambaran kekuatan MotoGP 2026 mulai terbentuk. Selanjutnya, paddock akan mengalihkan fokus ke Thailand, dengan sesi uji coba berikutnya di Buriram Test—yang dipastikan akan kembali menyajikan drama dan kejutan.