Sentul, Bogor — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Strategis Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diiringi Paduan Suara Gita Pujawiyata Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Rakornas dihadiri lebih dari 4.000 peserta, terdiri dari jajaran pemerintah pusat, gubernur, bupati, wali kota beserta wakilnya, pimpinan DPRD, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, KPK, BIN, hingga kepala BPS se-Indonesia.
Mendagri: Rakornas Momentum Satukan Gerak
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam laporannya menegaskan Rakornas menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah antara pusat dan daerah dalam tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029.
“Keberhasilan pembangunan nasional hanya bisa dioptimalkan melalui kesamaan gerak dan sinergi nyata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Tito.
Ia menjelaskan Rakornas dibagi dalam tiga sesi utama, yakni kebijakan ekonomi dan hilirisasi, ketahanan pangan dan program sosial strategis, serta penegakan hukum dalam mengawal program prioritas Presiden.
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak stabil. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada kekuatan asing.
“Kalau kita sungguh-sungguh ingin merdeka, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Tidak ada negara lain yang akan membantu kita jika kita lemah,” tegas Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa kepemimpinan di semua level harus mengabdi sepenuhnya kepada rakyat, melampaui sekat partai, suku, maupun agama.
Fokus Swasembada Pangan dan Energi
Prabowo menyebut swasembada pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa. Ia menyoroti capaian produksi beras nasional yang mencapai 34,7 juta ton pada 2025, serta cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, Presiden menegaskan pentingnya swasembada energi, termasuk pengembangan biodiesel dan bioavtur berbasis kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional.
Program Makan Bergizi Gratis dan Hilirisasi
Presiden mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan menciptakan lebih dari 1 juta lapangan kerja, serta dipelajari oleh berbagai negara sebagai model investasi sosial.
Di sektor industri, pemerintah menargetkan 18 proyek hilirisasi prioritas tahun 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun, yang diproyeksikan menyerap lebih dari 276 ribu tenaga kerja.
Perang Terhadap Sampah
Prabowo juga menyoroti persoalan sampah sebagai ancaman serius bagi lingkungan dan pariwisata nasional. Ia menargetkan pembangunan 34 proyek waste to energy dan meminta kepala daerah bergerak cepat tanpa menunggu.
“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah. Ini demi rakyat kita dan masa depan Indonesia,” tegasnya.
Rakornas ditutup dengan pemukulan palu oleh Presiden sebagai tanda resmi dimulainya koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah tahun 2026.