Momen penuh haru mewarnai kepulangan LeBron James ke kota kelahirannya. Bintang Los Angeles Lakers itu tak kuasa menahan air mata saat menghadapi Cleveland Cavaliers pada laga NBA yang digelar 28 Januari di Ohio, Amerika Serikat.
Sebelum pertandingan dimulai, Cavaliers memberikan penghormatan khusus kepada LeBron melalui video tribute yang menampilkan perjalanan 11 musimnya bersama klub tersebut. Tayangan itu memutar kembali momen-momen ikonik LeBron dalam seragam Cavaliers, termasuk kontribusinya membawa Cleveland meraih gelar juara NBA pertama dalam sejarah klub.
Reaksi emosional pun tak terhindarkan. LeBron terlihat menyeka air mata dengan jersey yang dikenakannya sebelum kembali ke lapangan, disambut tepuk tangan panjang dari para penonton yang mayoritas pernah menyaksikan langsung kejayaannya bersama Cavs.
Meski suasana sarat nostalgia, Lakers tetap tampil dominan. Tim asal Los Angeles itu sukses menundukkan Cavaliers dengan skor telak 129–99, dengan LeBron tetap menjadi salah satu figur sentral di lapangan.
Laga ini memiliki makna khusus bagi LeBron. Di usia 41 tahun, pertandingan tersebut berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di Cleveland apabila ia memutuskan pensiun usai musim ini. Namun, sang pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA itu mengaku belum mengambil keputusan final.
“Pertanyaan itu tentu semakin sering muncul. Di usia 41 tahun, pikiran tentang akhir karier dan garis finis memang mulai terlintas,” ujar LeBron dalam konferensi pers seusai laga, dikutip dari ESPN. “Ini bisa saja menjadi musim terakhir saya. Saya belum membuat keputusan tentang masa depan, tapi kemungkinan itu sangat ada.”
Apapun keputusan yang akan diambil LeBron James, satu hal tak terbantahkan: Cleveland akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah hidup dan warisan besar sang legenda NBA.