Munich – FC Bayern München bersiap melakoni laga terakhir fase grup Liga Champions UEFA menghadapi juara Belanda, PSV Eindhoven. Menjelang pertandingan yang akan digelar Rabu waktu setempat, Bayern menggelar konferensi pers yang dihadiri bek andalan Kim Min-jae serta pelatih Vincent Kompany.
Kim Min-jae menegaskan bahwa rotasi di lini belakang tidak menjadi masalah besar bagi tim. Meski Bayern kerap melakukan perubahan komposisi empat bek, menurutnya seluruh pemain sudah terbiasa beradaptasi.
“Kami sering berlatih dengan kombinasi yang berbeda. Semua pemain siap dan tahu bagaimana bermain satu sama lain,” ujar Kim.
Menanggapi perannya sebagai pemimpin di lini pertahanan, Kim memilih merendah. Ia menegaskan fokus utamanya adalah mengambil tanggung jawab di lapangan, berkomunikasi, dan membantu rekan setim tampil lebih baik.
Terkait kekalahan Bayern dari Augsburg di Bundesliga, Kim menyebut suasana tim tetap kondusif. Ia menilai kekalahan adalah bagian dari proses dan justru menjadi bahan pembelajaran.
“Kami semua cukup berpengalaman. Dari kekalahan, kami belajar dan menjadi lebih kuat. Sekarang fokus kami sepenuhnya ke pertandingan besok,” katanya.
Isu masa depan Dayot Upamecano juga sempat disinggung. Kim secara terbuka berharap rekan duetnya di jantung pertahanan tersebut bertahan lebih lama di Bayern.
“Saya sangat ingin dia memperpanjang kontraknya. Saya bilang itu hampir setiap hari kepadanya,” ungkap Kim sambil tersenyum.
Sementara itu, pelatih Vincent Kompany menyoroti pentingnya komunikasi dan kepemimpinan di lini belakang. Menurutnya, kualitas bertahan bukan hanya soal fisik, tetapi juga organisasi dan suara di lapangan.
“Bertahan itu bukan hanya duel dan kecepatan, tapi juga komunikasi. Kim menunjukkan kualitas itu sejak awal musim,” ujar Kompany.
Kompany juga membahas kondisi skuad, termasuk pemain-pemain yang baru pulih dari cedera seperti Alphonso Davies dan Jamal Musiala. Ia menegaskan bahwa integrasi mereka harus dilakukan secara hati-hati di tengah jadwal padat.
Menghadapi PSV, Kompany mengakui kualitas lawan yang dilatih Peter Bosz. Ia menyebut PSV sebagai tim yang berani, dominan, dan memainkan sepak bola menyerang.
“Kami harus 100 persen fokus. PSV akan mencoba menyakiti kami dengan permainan mereka,” tegasnya.
Meski Bayern telah memastikan kelolosan ke fase gugur, Kompany menegaskan target tetap jelas: menang dan mengamankan posisi terbaik di klasemen grup.
“Saya tidak pernah berpikir soal kalah sebelum pertandingan dimainkan. Fokus kami hanya satu, memenangkan pertandingan,” kata Kompany.
Laga Bayern München vs PSV Eindhoven diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama mengusung gaya bermain ofensif. Bayern ingin menutup fase grup dengan kemenangan, sementara PSV berambisi mencuri hasil positif di Allianz Arena.