Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Dalam forum dialog bersama civitas akademika tersebut, Wapres menyoroti tiga isu strategis nasional, yakni percepatan pembangunan Papua, perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penguatan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia.
Terkait Papua, Wapres menegaskan dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengawal percepatan pembangunan di wilayah tersebut, melanjutkan tugas yang sebelumnya dijalankan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin. Pemerintah, kata Gibran, kini memiliki dua lembaga utama yang fokus pada Papua, yakni BP3 UKP dan komite khusus yang baru dilantik Presiden.
“Pembangunan Papua tidak bisa instan. Ini proses berkelanjutan. Tugas kami memastikan setiap program, APBN, APBD, dan dana otsus benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Gibran. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama oleh pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa Papua agar tidak terjadi penyimpangan yang justru menghambat pembangunan.
Pada sesi berikutnya, Gibran memaparkan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan menegaskan keseriusan pemerintah dalam menjadikannya pusat pemerintahan masa depan. Ia menyebut progres pembangunan berjalan sesuai target, dengan fokus utama saat ini pada penyelesaian kompleks legislatif dan yudikatif.
“Semua progres berjalan. Kantor bersama sudah siap, hunian ASN tersedia, infrastruktur jalan tol, bandara, rumah ibadah, hingga rumah sakit juga sudah dibangun,” jelasnya. Gibran menambahkan bahwa pemindahan ASN, termasuk staf Sekretariat Wakil Presiden, akan dilakukan secara bertahap hingga 2028.
Data yang disampaikan menunjukkan, IKN telah memiliki 23 tower kantor bersama, 51 tower hunian ASN, jalan tol Balikpapan sepanjang 71 km, Bandara Nusantara dengan runway 3.000 meter, serta rumah ibadah nasional yang hampir rampung. Selain itu, terdapat investasi rumah sakit senilai Rp4 triliun dan 59 investor yang telah menandatangani perjanjian kerja sama.
Isu AI dan digitalisasi juga menjadi perhatian utama dalam dialog tersebut. Gibran menekankan pentingnya edukasi AI sejak dini, mulai dari SD hingga pesantren, bukan untuk mencetak programmer semata, tetapi membangun critical thinking, problem solving, dan pola pikir komputasional.
“AI sudah masuk ke kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan lalu lintas tol. Ke depan, kita ingin anak-anak muda Indonesia tidak hanya jadi pasar, tapi juga inovator,” ujarnya. Saat ini, pelatihan AI bekerja sama dengan Microsoft telah menjangkau sekitar 15 ribu peserta di 1.300 madrasah dan pesantren, dengan target terus diperluas.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa UKSW mengangkat isu kesiapan SDM, pemanfaatan data nasional, hingga strategi agar Indonesia bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi pencipta inovasi. Gibran menegaskan pemerintah membuka ruang kolaborasi luas dengan perguruan tinggi dan talenta muda untuk mendorong riset, inovasi, serta hilirisasi teknologi.
Talkshow berlangsung interaktif dan mendapat respons antusias dari peserta. Kehadiran Wapres di UKSW dinilai menjadi wujud keterbukaan pemerintah dalam berdialog langsung dengan akademisi dan generasi muda mengenai arah pembangunan nasional ke depan.