Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Drama dan Kejutan Warnai WRC2 Rally Monte Carlo, Leoras Raih Kemenangan Perdana

Selasa, 27/01/2026
WRC

Monte Carlo — Reli Monte Carlo kembali menghadirkan drama besar, cuaca ekstrem, dan kejutan tak terduga dalam persaingan kelas WRC2. Balapan yang digelar sejak Kamis malam itu menjadi ujian berat bagi para pembalap, termasuk kembalinya pabrikan Italia, Lancia, ke ajang reli dunia.

Harapan tinggi mengiringi debut Lancia Ypsilon Integral, namun awal lomba berjalan pahit. Pada etape pembuka yang diguyur hujan deras, Johan Rousel menabrak dinding batu dan merusak suspensi mobilnya. Insiden tersebut memaksanya kembali ke reli menggunakan aturan restart, dengan jarak tempuh yang hanya bertahan sekitar 12 kilometer.

Nasib serupa dialami Nikolai Grizzen. Pembalap yang juga mengendarai mobil Lancia itu kehilangan hampir dua menit pada etape berikutnya dan terlempar enam posisi ke belakang. Masalah Lancia berlanjut ketika Arthur Pelamorg kehilangan pintu belakang mobilnya pada Jumat sore di tengah lintasan yang kacau.

Drama memuncak pada Sabtu di pegunungan, tepatnya di etape ke-12. Grizzen kembali apes setelah keluar lintasan akibat suspensi patah, sementara Robert Jurgensson terpaksa menghentikan Ford Fiesta miliknya karena mesin terus mati saat melaju lurus. Etape Braille menjadi salah satu lintasan paling menentukan sebelum reli memasuki street stage ikonik di Monaco.

Pembalap muda Prancis berusia 20 tahun, Pablo Sarrazin, juga tak luput dari kesialan. Sempat berada di posisi lima besar, ia terguling dan harus rela kehilangan beberapa posisi. Bahkan pada etape penultimate, insiden kembali terjadi yang memaksanya mengakhiri reli lebih awal.

Sedikit hiburan bagi kubu Italia hadir pada Minggu pagi. Johan Rousel mencatatkan waktu tercepat di kelasnya pada seluruh empat etape hari terakhir, menunjukkan potensi besar Lancia Ypsilon meski hasil akhir belum maksimal.

Di sisi lain, veteran Prancis Eric sempat memimpin reli pada Kamis malam. Namun penalti waktu 3 menit 20 detik akibat keterlambatan di time control Wolf Power Stage membuatnya harus puas turun ke posisi keempat dan gagal naik podium.

Reli Monte Carlo kali ini justru menjadi momen manis bagi Arthur Pelamorg. Pada debutnya di ajang klasik tersebut, ia berhasil meraih podium pertamanya di WRC2 dengan finis ketiga. Posisi kedua diraih Roberto Damper, yang mengaku hanya tidur satu jam pada Jumat malam akibat tekanan dan “demam Monte Carlo”.

Puncak podium menjadi milik Leoras, yang menunjukkan ketenangan dan determinasi luar biasa. Ia merebut pimpinan lomba sejak etape keempat dan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menang dengan keunggulan lebih dari dua menit.

“Ini luar biasa. Saya sangat bahagia. Terima kasih untuk tim saya. Ini reli pertama saya bersama tim baru dan langsung meraih kemenangan,” ujar Leoras usai finis.

Leoras mencatat kemenangan dengan selisih 2 menit 9,5 detik, sementara pembalap Inggris Chris Ingram finis di posisi kelima. Nikolai Grizzen, meski penuh masalah, masih mampu membawa Lancia keduanya finis di posisi keenam.

Reli Monte Carlo sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai ajang paling kejam dan tak terduga di kalender WRC.

 

Tags

Terkini