Komandan US Border Patrol menyatakan bahwa kematian Alex Pretti dalam insiden penegakan hukum di Minneapolis merupakan kejadian yang sebenarnya dapat dicegah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers menyusul kericuhan yang terjadi saat operasi penangkapan imigran ilegal berstatus kriminal pada pekan ini.
Greg Bavino, Commander at Large CBP Assets, menegaskan bahwa insiden tersebut berawal dari serangkaian pilihan yang dibuat berbagai pihak. Menurutnya, keputusan untuk menghalangi dan mengganggu operasi penegakan hukum menjadi faktor utama yang berujung pada tragedi.
“Pilihan adalah salah satu kebebasan sejati yang kita miliki. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi,” ujar Bavino. Ia menekankan bahwa masuk ke lokasi operasi aktif, menghalangi petugas, hingga melakukan kekerasan terhadap aparat merupakan pilihan yang dapat berujung pada dampak fatal.
Bavino menjelaskan, saat kejadian, agen Border Patrol tengah melakukan operasi terarah untuk menangkap seorang imigran ilegal bernama Joseuma yang memiliki rekam jejak kriminal, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga dan penyerangan. Namun, operasi tersebut terganggu oleh aksi massa yang berujung ricuh, sehingga target penangkapan gagal diamankan dan hingga kini masih buron.
“Individu berbahaya itu masih berada di jalanan hari ini karena operasi kami digagalkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan ICE, Marcos Charles, mengungkapkan meningkatnya kekerasan terhadap aparat penegak hukum federal. Ia menyebutkan bahwa dalam kerusuhan tersebut, seorang agen ICE diserang massa hingga sebagian jarinya tergigit dan putus. Agen tersebut kini menjalani perawatan dan mengalami cacat permanen.
Charles menilai kekerasan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipicu oleh retorika yang menyudutkan aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa misi ICE dan Border Patrol adalah menangkap imigran ilegal dengan catatan kriminal serius demi melindungi masyarakat.
Sejak operasi dimulai, lebih dari 3.400 imigran ilegal telah ditangkap di Minnesota, termasuk pelaku kekerasan, anggota geng, hingga pelaku kejahatan seksual terhadap anak. “Ini bukan soal headline, ini soal keselamatan publik,” ujarnya.
Terkait penembakan yang menewaskan Alex Pretti, Bavino menegaskan bahwa pihaknya belum menarik kesimpulan apa pun. Ia menyatakan seluruh fakta, termasuk apakah korban membawa senjata dan jumlah tembakan yang dilepaskan, akan diungkap melalui penyelidikan resmi.
“Kami tidak akan berspekulasi. Investigasi akan memberikan gambaran utuh, bukan potongan video atau asumsi,” kata Bavino, seraya menambahkan bahwa agen yang terlibat kini ditempatkan di lokasi lain demi alasan keamanan.
Pihak Border Patrol dan ICE menegaskan operasi penegakan hukum imigrasi akan terus berlanjut di Minneapolis, sembari mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu proses penegakan hukum demi mencegah terulangnya tragedi serupa.