Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Drama Salju dan Aksi Spektakuler Warnai Hari Ketiga Rally Monte Carlo

Sabtu, 24/01/2026
WRC

Hari ketiga Rally Monte Carlo menyuguhkan drama luar biasa dengan kondisi cuaca ekstrem yang membuat lintasan semakin berbahaya. Salju putih menyelimuti pegunungan di sekitar Gap, menciptakan pemandangan indah sekaligus tantangan besar bagi para pereli pada etape krusial.

Sejumlah insiden mewarnai awal hari. Beberapa mobil sempat tergelincir akibat jalanan yang licin, bahkan ada yang terjebak hingga membutuhkan bantuan penonton untuk kembali ke lintasan. Aksi “spectator power” menjadi sorotan ketika para penggemar bahu-membahu mendorong mobil yang tersangkut agar bisa melanjutkan balapan.

Perubahan kondisi lintasan yang drastis antara lintasan pertama dan kedua membuat banyak kru kerepotan. Catatan lintasan harus direvisi di menit-menit terakhir, bahkan co-driver Aaron Johnson terpaksa membaca pacenote dari ponsel di tengah etape demi memandu Takamoto Katsuta dengan aman. Pasangan ini sebelumnya sempat mengalami masalah power steering pada hari kedua.

Di papan atas klasemen, persaingan semakin memanas. Sebastien Ogier yang berada di posisi ketiga sempat mencatatkan waktu tercepat di lintasan awal, berusaha memangkas jarak dari Elfyn Evans yang memimpin reli. Namun Evans bersama co-driver Scott Martin merespons dengan solid, memperlebar keunggulan hingga 26 detik setelah etape 12.

“Rasanya seperti lintasan mulai membaik, tapi tiba-tiba mobil bereaksi liar. Sangat sulit dan menegangkan,” ungkap Evans menggambarkan tantangan lintasan bersalju Monte Carlo.

Meski demikian, baik Evans maupun Ogier tak mampu menandingi kecepatan duo muda Oliver Solberg dan Elliott Edmondson. Solberg bahkan sempat melakukan kesalahan kecil dan keluar lintasan, namun tetap mencatatkan waktu tercepat di akhir etape dan mempertahankan posisi puncak klasemen.

Sementara itu, Adrien Fourmaux dan Alex Coria memimpin performa Hyundai, meski harus puas berada di posisi keempat hingga akhir hari ketiga. Fourmaux mengakui sempat frustrasi akibat masalah rem tangan di hari sebelumnya, namun tetap menikmati pengalaman unik melaju di lintasan bersalju Monte Carlo.

“Pemandangannya luar biasa, semua pohon tertutup salju. Rasanya seperti balapan di Swedia, tapi ini Monte Carlo,” ujar Fourmaux.

Untuk pertama kalinya sejak 2008, WRC kembali menggelar super special stage di jalanan Kota Monaco pada Sabtu malam. Takamoto Katsuta, yang tinggal di Monaco, tampil agresif di lintasan rumahnya. Namun, kemenangan etape justru diraih Fourmaux, sementara Solberg harus berjibaku dengan kondisi basah yang membuatnya tampil kurang rapi meski tetap memimpin klasemen.

Menjelang Super Sunday, Oliver Solberg memimpin Rally Monte Carlo dan hanya tinggal beberapa etape lagi untuk mencatatkan sejarah sebagai pemenang termuda reli legendaris tersebut. Elfyn Evans berada di posisi kedua dengan selisih kurang dari satu menit, disusul Sebastien Ogier di posisi ketiga.

Adrien Fourmaux dan Thierry Neuville melengkapi lima besar, sementara John Armstrong mencuri perhatian dengan menempati posisi keenam pada debutnya di ajang WRC.

Tags

Terkini