TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama unsur SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut kapal penumpang KM Indriani yang tenggelam di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jumat (23/1).
Operasi SAR gabungan ini dilakukan setelah Basarnas Halmahera Selatan menerima laporan tenggelamnya kapal penumpang tersebut. Tim langsung dikerahkan ke lokasi kejadian guna melakukan evakuasi serta pencarian korban.
KM Indriani diketahui bertolak dari Pelabuhan Umum Babang menuju Piharaja, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan mengangkut total 63 orang, terdiri atas 59 penumpang dan 4 anak buah kapal (ABK).
Dalam insiden tersebut, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Adapun penumpang lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke darat oleh kapal serta perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi Pos TNI AL Bacan, Basarnas Halmahera Selatan, Babinsa Kodim 1509/Labuha, serta personel Satpolairud Bacan.
Berdasarkan informasi awal, tenggelamnya KM Indriani diduga akibat kombinasi gangguan mesin, kondisi cuaca dengan gelombang laut cukup tinggi, serta kelebihan muatan kapal. Minimnya pengawasan terhadap muatan dan jumlah penumpang juga disebut turut memengaruhi terjadinya kecelakaan laut tersebut.
Keterlibatan TNI AL dalam operasi SAR gabungan ini merupakan bentuk pelaksanaan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk senantiasa hadir dalam operasi kemanusiaan serta bersinergi dengan seluruh instansi terkait demi keselamatan jiwa manusia.