Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Carney Tegaskan Kanada Tak Hidup karena AS: “Kanada Berkembang karena Kita adalah Orang Kanada”

Jum'at, 23/01/2026
Global News

Ottawa — Mark Carney menegaskan bahwa Kanada tidak bergantung pada Amerika Serikat untuk bertahan hidup, melainkan berkembang karena identitas dan nilai-nilai bangsa Kanada itu sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan Carney dalam pidato kenegaraan yang penuh semangat dan mendapat sambutan tepuk tangan panjang dari hadirin.

“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada,” ujar Carney disambut aplaus.

Dalam pidatonya, Carney menekankan bahwa identitas nasional Kanada bukanlah mitos atau keajaiban, melainkan hasil dari pilihan sejarah yang berakar pada kerja sama, koeksistensi, dan saling menghormati perbedaan. Ia mengutip filsuf Kanada Charles Taylor yang menyatakan bahwa identitas bangsa dibentuk oleh sejarah, di mana masa lalu terus hidup dalam keputusan masa kini.

Carney mengingatkan bahwa Kanada dibangun di atas fondasi tiga bangsa utama: masyarakat adat, Prancis, dan Inggris. Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat adat seperti Haudenosaunee, Wendat, dan Inuit telah menjadi penjaga asli tanah tersebut dengan sistem pemerintahan dan jaringan perdagangan yang luas. Kedatangan Prancis dan kemudian Inggris tidak menghapus peradaban yang ada, melainkan membentuk masyarakat Kanada yang bertahan dan berkembang hingga kini.

Menurut Carney, kekuatan utama Kanada terletak pada inklusivitas. Ia menyebut Kanada sebagai negara terbaik di dunia bagi “orang biasa”, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang ekonomi, warna kulit, atau agama. Nilai tersebut, katanya, diwariskan dari generasi ke generasi dan terus diperjuangkan hingga hari ini.

“Nilai-nilai kita tidak selalu aman. Nilai-nilai itu harus diperjuangkan. Dan itulah yang sedang dilakukan orang Kanada saat ini,” tegasnya.

Carney juga menyoroti perjalanan Kanada dari bikulturalisme menuju multikulturalisme, dari status sebagai subjek Inggris menjadi warga negara Kanada, serta dari dua bangsa pendiri menjadi banyak bangsa yang hidup bermitra sejati dengan masyarakat adat. Ia mengaitkan perjalanan itu dengan berbagai kebijakan penting, mulai dari Piagam Hak dan Kebebasan, sistem kesehatan publik, hingga pengakuan hak-hak masyarakat adat dan perlindungan kelompok minoritas.

Dalam menghadapi tantangan masa depan, Carney menyinggung dampak besar kecerdasan buatan (AI) terhadap keadilan sosial, inklusi, dan solidaritas. Ia menegaskan bahwa teknologi harus bekerja untuk semua orang, bukan hanya segelintir pihak. Pemerintah, katanya, akan meluncurkan strategi “AI untuk Semua” guna memastikan manfaat AI dirasakan secara merata oleh seluruh warga Kanada.

Selain itu, Carney menegaskan ambisi Kanada sebagai bangsa pembangun dan pelopor. Ia memaparkan berbagai langkah pemerintah, termasuk penghapusan hambatan perdagangan antarprovinsi, peningkatan besar belanja pertahanan, penguatan keamanan perbatasan, serta pembangunan proyek-proyek nasional berskala besar. Pemerintah juga berfokus pada penurunan biaya hidup, pemotongan pajak, pembangunan perumahan terjangkau, dan penguatan jaring pengaman sosial.

Di tengah meningkatnya populisme dan nasionalisme sempit di dunia, Carney menilai Kanada memiliki peran sebagai contoh global. Menurutnya, Kanada dapat menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, demokrasi dapat tetap melindungi yang lemah, dan sebuah negara bisa terbuka sekaligus aman.

“Kanada tidak bisa menyelesaikan semua masalah dunia, tetapi kita bisa menunjukkan bahwa jalan lain itu ada,” katanya.

Menutup pidatonya, Carney kembali menegaskan pilihan bangsa Kanada untuk terus bekerja sama, membangun solidaritas, dan menjaga nilai-nilai inklusivitas, keadilan, serta ambisi nasional.

Tags

Terkini