Davos, Swiss — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global, stabilitas ekonomi, serta reformasi tata kelola pemerintahan dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia pada World Economic Forum (WEF) Davos.
Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, konflik bersenjata, dan rapuhnya kepercayaan antarnegara, perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat mutlak bagi pertumbuhan dan kemakmuran.
“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” tegas Prabowo di hadapan para delegasi dunia.
Indonesia Disebut “Global Bright Spot”
Prabowo mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai global bright spot di tengah tekanan ekonomi global. Ia menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen selama satu dekade terakhir, inflasi terjaga di kisaran 2 persen, serta defisit fiskal tetap di bawah 3 persen dari PDB.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebijakan yang terukur dan konsisten.
Sovereign Wealth Fund Rp16.000 Triliun
Salah satu sorotan utama pidato Prabowo adalah pendirian Sovereign Wealth Fund Danantara Indonesia, yang disebut memiliki aset kelolaan hingga US$1 triliun. Dana tersebut diposisikan sebagai mitra strategis global untuk membiayai industri masa depan dan hilirisasi sumber daya alam.
“Dengan Danantara, Indonesia kini bukan hanya negeri stabil, tapi juga negeri penuh peluang,” ujarnya.
Danantara akan mengelola 144 BUMN yang akan dirasionalisasi demi efisiensi dan tata kelola berstandar internasional, termasuk membuka peluang kepemimpinan bagi profesional global.
Program Sosial Skala Besar
Prabowo juga memaparkan sejumlah program sosial unggulan, termasuk program makan bergizi gratis yang kini menjangkau hampir 60 juta penerima per hari, serta ditargetkan mencapai 82,9 juta penerima pada 2026.
Selain itu, pemerintah memberikan pemeriksaan kesehatan gratis seumur hidup, renovasi puluhan ribu sekolah, digitalisasi pendidikan dengan panel interaktif, serta pembangunan boarding school khusus bagi anak-anak dari keluarga termiskin.
“Saya ingin memutus rantai kemiskinan. Anak orang miskin tidak boleh mewarisi kemiskinan,” kata Prabowo.
Perang Terhadap Korupsi dan Mafia Lahan
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan perang terbuka terhadap korupsi dan praktik ekonomi rakus yang ia sebut sebagai greedomics. Pemerintah telah menyita lebih dari 4 juta hektare lahan ilegal, menutup ribuan tambang ilegal, serta mencabut izin puluhan korporasi yang melanggar hukum.
“Tidak ada investasi tanpa kepastian hukum yang adil,” tegasnya.
Indonesia Terbuka dan Bersahabat
Di hadapan investor global, Prabowo menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi asing dan perdagangan internasional berbasis prinsip win-win. Indonesia telah menandatangani sejumlah perjanjian dagang strategis dan terus memperkuat integrasi ekonomi global.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan posisi Indonesia di panggung dunia.
“Indonesia memilih perdamaian, ingin berteman dengan semua, dan bermusuhan dengan tidak seorang pun.”
Ia juga mengundang para pemimpin dunia untuk hadir di Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang, menegaskan komitmen Indonesia terhadap perlindungan laut dan lingkungan.