Marseille – Liverpool tampil solid dan efisien saat menaklukkan tuan rumah Olympique Marseilledengan skor 3-0 dalam lanjutan fase grup Liga Champions di stadion anyar kebanggaan publik Prancis, Rabu dini hari WIB. Kemenangan ini membawa The Reds kian dekat ke tiket otomatis babak 16 besar.
Bermain di hadapan hampir 65 ribu penonton, Marseille mencoba tampil agresif sejak awal dengan pressing tinggi. Namun, Liverpool justru tampil lebih tenang dan disiplin, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang.
Marseille sempat memberi ancaman lewat tembakan jarak jauh Amine Gouiri yang memaksa Alisson Becker melakukan penyelamatan gemilang. Meski begitu, efektivitas tetap menjadi milik tim tamu.
Gol pembuka Liverpool lahir di momen krusial menjelang turun minum. Lewat situasi bola mati, Dominik Szoboszlai (atau pemain sesuai konteks si penendang) dengan cerdik mengeksekusi tendangan bebas rendah ke bawah pagar betis. Tanpa pemain Marseille yang menjaga kolong tembok, bola meluncur mulus ke gawang dan membawa Liverpool unggul 1-0 di babak pertama.
Memasuki paruh kedua, Marseille mencoba meningkatkan tempo permainan. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk tembakan keras yang membentur mistar gawang Liverpool. Namun, solidnya lini belakang The Reds kembali menjadi pembeda.
Petaka bagi Marseille datang saat pertahanan mereka lengah. Serangan cepat Liverpool berbuah gol kedua setelah tusukan dari sisi sayap yang berakhir dengan bola masuk ke gawang, diduga mengenai pemain belakang Marseille sebelum melewati kiper. Skor berubah menjadi 2-0.
Gol penutup lahir lewat skema serangan balik klasik Liverpool. Pergerakan cepat dari lini tengah membuka ruang lebar di sisi kiri, sebelum Cody Gakpo dengan tenang menuntaskan peluang untuk mengunci kemenangan 3-0.
Hasil ini menegaskan kematangan Liverpool di Liga Champions musim ini. Selain tajam saat menyerang, mereka juga disiplin dalam bertahan dan efektif memanfaatkan celah lawan.
Dengan kemenangan ini, Liverpool berada di posisi ideal untuk memastikan lolos otomatis ke babak 16 besar, sementara Marseille harus bekerja ekstra keras di laga-laga berikutnya jika ingin menjaga asa bertahan di kompetisi Eropa.