Prajurit Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Tim SAR Kodaral VI bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1).
Proses pencarian dan evakuasi berlangsung di tengah medan ekstrem berupa lereng terjal, kabut tebal, serta cuaca yang tidak bersahabat. Sebanyak empat tim SAR dengan kekuatan masing-masing 25 hingga 30 personel dikerahkan dari Posko SAR Tompo Bulu untuk menyisir lokasi.
Salah satu tim kunci, Tim 1, melaksanakan teknik repling di tebing curam guna menjangkau titik yang sulit diakses. Tim ini sebelumnya juga berperan dalam penemuan jenazah kedua bersama Basarnas dan relawan, setelah berhasil mencapai puncak dan memastikan posisi korban di tengah keterbatasan medan.
Sementara itu, Tim 4 melakukan penyisiran di lereng pegunungan dan menemukan jenazah pertama yang diduga berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak tujuh prajurit di bawah pimpinan Serka Mar Hansyaruddin turut mengamankan lokasi, menjaga kondisi jenazah, serta menyiapkan jalur evakuasi meski hujan dan kabut terus menyelimuti area.
Memasuki sore hari, TNI AL kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan 10 personel tambahan dari Posko SAR, lima di antaranya dipimpin Serda Mar Kahar. Personel ini bertugas mendukung distribusi logistik dari arah Camba sekaligus menyisir wilayah untuk menentukan titik yang memungkinkan digunakan sebagai lokasi evakuasi udara menggunakan helikopter.
Keterlibatan aktif prajurit Marinir TNI AL dalam operasi pencarian dan penyelamatan ini menegaskan komitmen TNI AL dalam misi kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL selalu hadir membantu masyarakat dalam penanganan musibah dan tugas kemanusiaan.