Sidoarjo — Upaya penyelundupan ribuan bungkus rokok ilegal nyaris lolos melalui jalur udara Bandara Internasional Juanda. Namun, kejelian petugas keamanan bandara menggagalkan pengiriman barang tanpa pita cukai tersebut sebelum pesawat lepas landas.
Peristiwa itu terjadi di Terminal Kargo 1 Bandara Juanda, saat paket kiriman yang tercatat sebagai barang biasa justru menampilkan citra mencurigakan di layar mesin pemindai. Paket yang dikirim melalui jasa ekspedisi udara dan dijadwalkan terbang menggunakan Lion Air JT-882 rute Juanda–Lombok itu akhirnya membuka tabir praktik pengiriman rokok ilegal bermodus barang rumah tangga.
Kecurigaan bermula ketika petugas acceptance melakukan pemeriksaan rutin terhadap 25 koli kirimanyang berasal dari PT Pos Indonesia melalui layanan Lion Parcel. Meski dokumen pengiriman mencantumkan isi paket sebagai “mangkuk plastik”, tampilan X-ray menunjukkan anomali yang tidak sesuai dengan keterangan administrasi.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual. Hasilnya, salah satu koli terbukti berisi rokok tanpa pita cukai. Temuan tersebut langsung diamankan oleh Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI AL Bandara Internasional Juanda untuk mencegah barang ilegal itu keluar dari area bandara.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah seluruh paket diserahkan oleh pihak Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) kepada Satgaspam TNI AL. Seluruh barang kemudian dibawa ke Kantor Satuan Pengamanan Lanudal Juanda untuk pendataan dan penimbangan ulang.
Dari hasil pendataan, total kiriman mencapai 25 koli dengan berat keseluruhan 333,365 kilogram. Saat pembongkaran dilakukan, petugas menemukan rokok ilegal dari berbagai merek dengan jumlah sekitar 2.500 bungkus, yang tersembunyi rapi di dalam dus.
Selanjutnya, seluruh barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Juanda untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparat masih mendalami pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman tersebut.
Dansatgaspam Bandara Juanda Letkol Laut (P) Rei Terianom menegaskan, penggagalan ini menjadi bukti pentingnya sinergi pengamanan di kawasan objek vital nasional, khususnya bandara internasional yang memiliki kerawanan tinggi terhadap penyelundupan barang ilegal.
Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung pengamanan bandara dan pemberantasan peredaran barang ilegal, sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL aktif menjaga kedaulatan dan keamanan di setiap wilayah strategis nasional.