Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, di tengah masa pergantian tahun, untuk meninjau langsung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk selalu hadir bersama rakyat dalam situasi sulit.
Didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menko Infrastruktur, Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Sekretaris Negara, hingga Sekretaris Kabinet, Presiden Prabowo mendengarkan paparan langsung terkait kondisi lapangan. Dilaporkan bahwa dari 15 kecamatan terdampak, 13 di antaranya mengalami kerusakan cukup parah, dengan total 2.461 rumah terdampak, sebagian besar rusak berat dan harus direlokasi.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, serta berbagai pihak terkait bergerak cepat membuka akses wilayah yang sempat terisolasi. Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat, seraya menyampaikan duka cita mendalam kepada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.
“Percayalah, pemerintah dan presidenmu tidak akan pernah meninggalkan rakyatnya. Kita akan bersama-sama menghadapi kesulitan ini,” tegas Presiden Prabowo di hadapan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Pemerintah menargetkan sebagian besar huntara dapat ditempati sebelum Idulfitri, sehingga warga bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Selain fokus pada pemulihan pascabencana, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga alam dan mematuhi hukum. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu menindak pihak-pihak yang merusak lingkungan atau melanggar aturan, demi melindungi kepentingan rakyat dan keberlanjutan alam.
Kunjungan ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Presiden bersama masyarakat menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu daerah, mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan. Di tengah duka dan tantangan, kehadiran Presiden menjadi simbol harapan bahwa negara berdiri bersama rakyatnya, menatap masa depan dengan optimisme dan kekuatan bersama.