Jennifer Lopez membagikan cerita jujur tentang bagaimana anak kembarnya, Max dan Emme, memandang perjalanan kariernya di dunia hiburan. Di tengah kesibukan sebagai penyanyi, aktris, sekaligus performer kelas dunia, J.Lo mengaku kini berada di fase hidup yang terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Menurut Jennifer Lopez, saat ini ia tidak lagi merasa harus membuktikan apa pun kepada siapa pun. Ia bebas menjadi dirinya sendiri di atas panggung. Hal itu tercermin dalam pertunjukan terbarunya yang disebut sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya. “Saya sudah tumbuh dalam banyak hal, sebagai pribadi dan sebagai performer. Karena itu, pertunjukannya juga harus ikut berevolusi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap panggung menuntut pendekatan yang berbeda. Pertunjukan di arena, stadion, hingga residensi di Las Vegas memiliki karakter masing-masing. Las Vegas, baginya, adalah tempat di mana ia akhirnya bisa menampilkan konsep pertunjukan yang sejak lama diimpikan—lebih personal dan matang secara artistik.
Di sisi lain, Jennifer Lopez menuturkan bahwa Max dan Emme tidak terlalu terlibat dalam urusan pekerjaan sang ibu. Bagi mereka, hal terpenting adalah Jennifer bisa pulang ke rumah dan hadir sebagai ibu. “Mereka lebih peduli apakah saya ada di rumah untuk makan malam atau bisa menghabiskan waktu bersama di akhir pekan,” ujarnya.
Meski begitu, Max dan Emme tetap menunjukkan dukungan. Keduanya menyempatkan diri menonton pertunjukan sang ibu dan dengan bangga menyebut diri mereka sebagai penggemar. “Mereka manis dan bangga pada mamanya,” kata Jennifer.
Soal tuntutan fisik, Jennifer Lopez mengakui bahwa menjaga kebugaran adalah keharusan. Persiapan pertunjukan membutuhkan stamina tinggi, dan latihan dilakukan secara bertahap. Ia bahkan bercanda bahwa niat awal untuk membuat pertunjukan yang “mudah” justru berakhir menjadi salah satu pertunjukan tersulit sepanjang kariernya.
Meski melelahkan, Jennifer Lopez menikmati fase ini sepenuhnya. Tanpa tekanan untuk menjadi sosok tertentu, ia memilih menyeimbangkan karier, keluarga, dan jati diri—sebuah perjalanan yang kini dijalani dengan lebih santai, jujur, dan penuh rasa syukur.