Timnas Maroko memastikan langkah meyakinkan di fase grup Piala Afrika (AFCON) 2025 usai meraih kemenangan penting atas Zambia pada laga pamungkas Grup A. Bermain di hadapan publik sendiri, Singa Atlas tampil dominan dan mengamankan tiga poin krusial untuk mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen.
Maroko yang mengoleksi empat poin sebelum laga langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan cepat itu membuahkan hasil saat laga baru berjalan seperempat jam. Berawal dari pergerakan di sisi kanan, umpan silang Achraf Hakimi yang dikirimkan ke tiang jauh sukses disambut sundulan Youssef En-Nesyri (atau Azzedine Ounahi—disesuaikan redaksi) untuk membuka keunggulan Maroko 1-0. Gol tersebut menjadi gol internasional ke-31 sang penyerang sekaligus yang kedua di turnamen ini.
Zambia sempat mencoba bangkit melalui serangan balik cepat, namun solidnya lini belakang Maroko membuat upaya The Chipolopolo kerap kandas sebelum memasuki kotak penalti. Penampilan gemilang kiper Zambia, Moonga, juga sempat menahan sejumlah peluang berbahaya dari Brahim Díaz dan rekan-rekannya.
Keunggulan Maroko akhirnya bertambah lewat aksi Brahim Díaz. Gelandang serang milik Real Madrid itu mencetak gol kedua Maroko setelah memaksimalkan umpan terobosan matang dan menyelesaikannya dengan tenang. Gol tersebut mencatatkan sejarah bagi Díaz, yang menjadi pemain Maroko kedua sepanjang sejarah—setelah Ahmed Faras pada 1976—yang mampu mencetak gol di seluruh pertandingan fase grup Piala Afrika.
Maroko semakin percaya diri setelah gol kedua. Serangan demi serangan terus dilancarkan, memaksa Zambia lebih banyak bertahan. Brahim Díaz bahkan sempat mencetak gol tambahan lewat sepakan spektakuler, namun dianulir wasit karena posisi offside.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Zambia gagal menemukan celah untuk memperkecil ketertinggalan. Kemenangan ini memastikan Maroko finis sebagai juara Grup A dan melaju ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi.
Penampilan konsisten Maroko, terutama kontribusi Brahim Díaz yang kini mengoleksi tiga gol di turnamen, menjadi sinyal kuat bahwa Singa Atlas kembali menjadi salah satu kandidat serius juara AFCON 2025.