Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Trump Klaim Negosiasi Perdamaian Ukraina Hampir Rampung, 90 Persen Poin Disepakati

Senin, 29/12/2025
President Trump Delivers Remarks in a Bilateral Meeting with the President of Ukraine ( White House )

MARA LAGO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina telah mencapai tahap krusial dan sangat mendekati kesepakatan akhir. Hal itu disampaikan Trump usai menggelar pertemuan intensif dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Ini bukan proses satu hari. Tapi kami sudah membuat kemajuan besar. Banyak yang menyebut hampir 95 persen, dan saya bisa bilang kami sangat dekat,” ujar Trump dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago.

Trump mengungkapkan, dirinya baru saja melakukan percakapan telepon dengan Presiden Putin selama lebih dari dua jam. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu krusial, mulai dari jaminan keamanan, wilayah sengketa, hingga langkah konkret menuju penghentian perang yang disebut Trump sebagai konflik paling mematikan sejak Perang Dunia II.

Selain itu, Trump juga melakukan panggilan bersama dengan sejumlah pemimpin Eropa, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, Presiden Polandia, pimpinan NATO Mark Rutte, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

“Kami sepakat bahwa perang ini harus diakhiri. Semua pihak menginginkan perdamaian,” tegas Trump.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa tim Amerika Serikat dan Ukraina telah menyepakati sekitar 90 persen dari kerangka rencana perdamaian 20 poin. Bahkan, menurutnya, kesepakatan jaminan keamanan antara AS dan Ukraina telah tercapai sepenuhnya, sementara jaminan keamanan trilateral AS–Eropa–Ukraina hampir rampung.

“Keamanan adalah kunci perdamaian jangka panjang. Kami sudah mencapai kemajuan besar, termasuk dalam aspek militer dan rencana pemulihan ekonomi Ukraina,” ujar Zelensky.

Zelensky menegaskan Ukraina siap untuk perdamaian, namun tetap berpegang pada hukum nasional dan kehendak rakyatnya, terutama terkait isu wilayah. Ia menyebut kemungkinan referendum nasional dapat dilakukan jika diperlukan, mengingat keputusan tersebut menyangkut masa depan tanah dan kedaulatan Ukraina.

Trump mengakui masih terdapat satu hingga dua isu pelik, terutama terkait wilayah yang disengketakan. Namun ia optimistis masalah tersebut dapat diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan jika proses berjalan lancar.

“Kami sedang membentuk kelompok kerja yang akan melibatkan AS, Ukraina, dan Rusia. Jika ini berhasil, ribuan nyawa bisa diselamatkan setiap bulan,” kata Trump.

Trump juga menyebut Rusia bersedia terlibat dalam rekonstruksi Ukraina pascaperang, termasuk dukungan energi dan infrastruktur. Namun ia menegaskan belum ada kesepakatan gencatan senjata penuh, karena masih menjadi salah satu poin yang dinegosiasikan.

“Jika kesepakatan gagal, perang akan terus berlanjut dan orang-orang akan terus mati. Itu yang ingin kami hentikan,” pungkas Trump.

Pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat, Ukraina, Rusia, serta para pemimpin Eropa direncanakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, dengan target finalisasi kesepakatan pada awal tahun mendatang.

Tags

Terkini