WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa upaya mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina kini berada di jalur yang menjanjikan. Dalam pernyataan terbarunya kepada media, Trump menegaskan bahwa baik Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Ukraina sama-sama menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan damai.
“Saya percaya mereka berdua ingin membuat kesepakatan. Terlalu banyak orang yang meninggal dunia, dan perang ini harus diakhiri,” ujar Trump. Ia menilai konflik Ukraina merupakan salah satu proses perdamaian paling kompleks yang pernah ia tangani, bahkan lebih sulit dibanding delapan konflik internasional yang sebelumnya berhasil dimediasi.
Trump mengungkapkan bahwa tim perunding dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia telah menyusun kerangka kesepakatan yang dinilai menguntungkan semua pihak. Menurutnya, sekitar 90 persen dari rencana perdamaian yang dikenal sebagai “20 poin kesepakatan” telah disepakati di tingkat teknis oleh tim masing-masing negara.
“Ini bukan proses yang sederhana, tapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Kami sudah sangat dekat,” katanya.
Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Ukraina, Trump memberikan apresiasi terhadap keteguhan rakyat Ukraina yang disebutnya telah melalui penderitaan luar biasa. Ia juga menekankan bahwa Amerika Serikat akan terus memainkan peran aktif, termasuk dengan kembali menghubungi Presiden Putin untuk melanjutkan pembicaraan pasca-pertemuan tersebut.
Soal jaminan keamanan pascaperang, Trump memastikan akan ada perjanjian keamanan yang kuat, dengan keterlibatan signifikan negara-negara Eropa. Ia memuji sikap Eropa yang dinilainya solid dan sejalan dalam mendorong penyelesaian konflik. “Mereka ingin perang ini selesai, dan mereka sangat mendukung proses ini,” ujarnya.
Trump juga menyinggung potensi manfaat ekonomi besar bagi Ukraina jika perdamaian tercapai, khususnya dalam proses rekonstruksi nasional. Menurutnya, Ukraina memiliki potensi kekayaan yang besar dan dapat segera bangkit apabila konflik berakhir. Namun, terkait aset Rusia yang dibekukan di Eropa, Trump mengatakan belum ada keputusan final apakah dana tersebut akan dialihkan untuk pembangunan Ukraina atau dikembalikan ke Rusia.
Menanggapi keraguan sejumlah pihak yang menilai Rusia tidak serius berdamai karena serangan terbaru, Trump membantah anggapan tersebut. Ia menyebut bahwa dalam perang, kedua pihak sama-sama melakukan serangan, dan hal itu tidak serta-merta menutup peluang perdamaian. “Saya percaya ini perang dengan dua pihak yang sama-sama ingin mengakhirinya,” tegasnya.
Meski tidak menetapkan tenggat waktu resmi, Trump mengisyaratkan proses negosiasi dapat bergerak cepat. Ia memperingatkan bahwa tanpa kesepakatan, konflik berpotensi berlangsung lama dan memakan jutaan korban jiwa tambahan.
“Kita berada di tahap akhir. Perang ini akan berakhir, atau jika tidak, akan terus berlanjut dengan korban yang jauh lebih besar. Tidak ada yang menginginkan itu,” pungkas Trump.
Pernyataan tersebut menandai optimisme baru dalam upaya diplomasi internasional untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina yang telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak luas terhadap stabilitas global