WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan pesan tegas terkait meningkatnya kekerasan terhadap umat Kristen di Nigeria. Pemerintahannya menyatakan siap mengambil langkah lanjutan apabila serangan oleh kelompok teroris terhadap komunitas Kristen di negara Afrika tersebut terus berlanjut.
Sikap ini disampaikan setelah Trump sebelumnya menginstruksikan anggota Kongres dari Partai Republik, Riley Moore (West Virginia), untuk menyelidiki secara langsung dugaan penganiayaan terhadap umat Kristen di Nigeria. Moore menyebut langkah tegas tersebut sebagai awal penting dalam menghentikan kekerasan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Menurut Moore, tindakan Amerika Serikat dilakukan dengan koordinasi bersama Pemerintah Nigeria, bukan secara sepihak. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan membantu Nigeria mengamankan wilayahnya sekaligus menghentikan pembantaian terhadap warga sipil, khususnya umat Kristen di bagian utara negara itu.
Isu ini kembali menjadi sorotan setelah laporan menyebutkan bahwa dalam dua perayaan Natal terakhir, umat Kristen di Nigeria menjadi sasaran serangan brutal kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan ISIS. Pengamat keamanan internasional menilai langkah Trump sebagai perubahan besar dalam pendekatan AS terhadap ancaman terorisme di Afrika.
Peter Duran, Adjunct Senior Fellow di Foundation for Defense of Democracies, menyebut pesan Trump sangat jelas. Menurutnya, serangan tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kelompok teroris beroperasi dengan bebas. Ia juga mengkritik Pemerintah Nigeria yang dinilai terlalu lama mengabaikan penderitaan komunitas Kristen di wilayah utara.
“Ini bukan hanya persoalan moral, tetapi juga menyangkut kepentingan nasional Amerika Serikat. ISIS dan kelompok afiliasinya harus dihancurkan di mana pun mereka bersembunyi,” ujar Duran seperti dikutip dari Channel Fox News.
Trump sendiri sebelumnya telah menyatakan kemarahannya atas pembunuhan umat Kristen di Nigeria. Ia menegaskan bahwa peringatan kepada kelompok teroris telah disampaikan sejak lama dan kini pemerintahannya menunjukkan komitmen untuk menepati janji tersebut.
Senator AS dari Tennessee, Marsha Blackburn, turut mendukung langkah keras terhadap kelompok teroris. Ia menilai Nigeria telah menjadi lokasi strategis bagi kelompok ekstremis untuk membangun jaringan dan pelatihan, sehingga memerlukan respons internasional yang tegas.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan bahwa tidak ada pengerahan pasukan darat AS di Nigeria. Langkah yang diambil disebut sebagai bentuk tekanan strategis sekaligus dorongan agar pemerintah Nigeria lebih aktif melindungi warganya sendiri.
Situasi keamanan di Nigeria hingga kini masih memprihatinkan. Ribuan warga Kristen dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata, sementara ratusan lainnya, termasuk siswi sekolah Kristen yang diculik lebih dari sebulan lalu, belum ditemukan.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa tindakan ini bukan akhir, dan kelompok teroris di Nigeria masih berpotensi menghadapi respons lanjutan jika kekerasan terus berlanjut.