BANDA ACEH — Akses darat yang terbatas akibat bencana alam mendorong TNI Angkatan Lautmengandalkan jalur udara untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap menjangkau masyarakat di pedalaman Aceh. Menggunakan pesawat NC 212-200 Aviocar, TNI AL menyalurkan berbagai kebutuhan pokok ke sejumlah titik strategis di Provinsi Aceh, Sabtu (27/12/2025).
Distribusi logistik melalui udara ini menyasar wilayah-wilayah yang dinilai membutuhkan penanganan cepat, seperti Aceh Tengah dan kawasan sekitarnya. Penerbangan dilakukan menuju Bandara Rembele di Takengon serta Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, yang menjadi simpul distribusi bantuan lanjutan.
Dalam misi tersebut, pesawat TNI AL mengangkut 800 kilogram beras untuk masyarakat di wilayah Aceh Tengah, serta 500 kilogram tomat sebagai bagian dari dukungan ketahanan pangan bagi warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana, terutama di tengah terganggunya jalur pasokan normal.
Pemanfaatan armada udara menjadi solusi efektif di tengah kondisi geografis Aceh yang menantang pascabencana. Selain mempercepat waktu tempuh, jalur udara juga meminimalkan risiko keterlambatan distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Langkah ini menegaskan peran TNI AL tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan laut, tetapi juga sebagai unsur penting dalam operasi kemanusiaan nasional. Dengan mengoptimalkan sarana logistik dan angkutan udara, TNI AL berupaya memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebelumnya menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi agar proses penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berlangsung cepat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Indonesia.