Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Presiden India Resmikan Konstitusi dalam Bahasa Santali, Tonggak Sejarah Inklusi Linguistik

Kamis, 25/12/2025

Pemerintah India mencatatkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan demokrasi dan inklusi sosial dengan meresmikan terjemahan Konstitusi India ke dalam bahasa Santali. Peluncuran bersejarah ini dilakukan langsung oleh Presiden India, Droupadi Murmu, di kompleks Rashtrapati Bhavan, New Delhi, bertepatan dengan peringatan Good Governance Day.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden India C.P. Radhakrishnan, Menteri Negara Bidang Hukum dan Keadilan (Independent Charge) Arjun Ram Meghwal, serta jajaran pejabat tinggi Kementerian Hukum dan Keadilan, termasuk Sekretaris Legislasi dan para pejabat Departemen Bahasa Resmi.

Peluncuran Konstitusi dalam bahasa Santali menjadi yang pertama kalinya sejak India merdeka. Terjemahan ini menggunakan aksara Ol Chiki, sistem tulisan khas Santali yang diciptakan oleh Pandit Raghunath Murmu pada tahun 1925. Tahun ini sekaligus menandai 100 tahun lahirnya aksara Ol Chiki, menjadikan momentum peluncuran semakin bermakna.

Menteri Arjun Ram Meghwal menegaskan bahwa penerbitan Konstitusi Santali bukan sekadar penerjemahan teks hukum, melainkan langkah penting dalam memperluas akses keadilan dan pemahaman konstitusional bagi masyarakat adat, khususnya komunitas Santali yang tersebar di Jharkhand, Odisha, Benggala Barat, Assam, Bihar, dan wilayah timur laut India.

“Melalui Konstitusi dalam bahasa Santali, masyarakat adat dapat memahami hak, kewajiban, serta nilai-nilai dasar negara secara langsung dalam bahasa ibu mereka,” ujar Meghwal.

Presiden Droupadi Murmu, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jharkhand, menyampaikan bahwa bahasa-bahasa suku memiliki peran vital dalam menjaga identitas budaya dan harus ditempatkan sejajar dalam arus utama pembangunan nasional. Ia menilai penerbitan Konstitusi Santali sebagai simbol pengakuan negara terhadap keberagaman linguistik dan budaya India.

Proyek penerjemahan ini dikerjakan oleh National Translation Mission (NTM) Mysuru, melibatkan para ahli bahasa Santali, akademisi, serta pejabat Kementerian Hukum dan Keadilan. Proses tersebut dilakukan dengan ketelitian tinggi guna menjaga akurasi hukum dan kesetiaan terhadap naskah asli Konstitusi.

Peluncuran ini juga bertepatan dengan peringatan kelahiran mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee, tokoh yang berjasa mengupayakan pengakuan bahasa Santali sebagai bagian dari Jadwal Kedelapan Konstitusi India pada tahun 2003.

Dengan diterbitkannya Konstitusi dalam bahasa Santali, pemerintah India menegaskan komitmennya bahwa tidak ada warga negara yang tertinggal hanya karena perbedaan bahasa. Langkah ini dinilai sebagai simbol kuat demokrasi yang inklusif, berkeadilan, dan berakar pada keberagaman budaya bangsa.

Tags

Terkini