Kehadiran kapal perang TNI Angkatan Laut di perairan Ambalat kembali menegaskan bahwa wilayah perbatasan laut Indonesia tetap berada dalam pengawasan ketat. Di tengah patroli rutin akhir tahun, KRI Badik-623 dan KRI Pulau Rimau-724 melaksanakan latihan Passing Exercise (PASSEX) di perairan strategis Kalimantan Utara, Rabu (24/12).
Latihan ini digelar bukan sekadar sebagai agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari kesiapsiagaan operasional TNI AL di momen Natal dan Tahun Baru 2026—periode yang kerap diwarnai peningkatan aktivitas pelayaran dan potensi gangguan keamanan laut.
Di atas gelombang Ambalat, dua unsur KRI tersebut berlatih membangun koordinasi cepat melalui berbagai skenario. Mulai dari komunikasi taktis menggunakan radio dan isyarat bendera, hingga manuver formasi kapal yang menuntut presisi tinggi antar unsur. Setiap gerakan dirancang untuk menguji kemampuan awak kapal dalam merespons situasi dinamis di laut terbuka.
Latihan PASSEX ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi dan prosedur antar kapal perang, sehingga koordinasi dapat terjalin efektif ketika dihadapkan pada kondisi darurat maupun ancaman nyata. Seluruh rangkaian latihan berlangsung dengan mengedepankan faktor keselamatan pelayaran serta kepatuhan terhadap standar operasi.
Ambalat sendiri dikenal sebagai kawasan bernilai strategis yang memerlukan kehadiran unsur TNI AL secara berkelanjutan. Selain menjaga kedaulatan, kehadiran kapal perang di wilayah ini juga berperan penting dalam menjamin keamanan aktivitas maritim nasional.
Melalui latihan di tengah patroli tersebut, TNI AL menunjukkan bahwa kesiapan tempur tidak mengenal waktu libur. Langkah ini sekaligus menjadi wujud implementasi program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dalam memperkuat profesionalisme prajurit dan kesiapan alutsista demi menjaga keutuhan wilayah laut Indonesia.