Aceh — Upaya penanganan bencana alam di Provinsi Aceh terus dikebut. TNI Angkatan Laut (TNI AL)kembali menunjukkan peran strategisnya dengan mengerahkan dukungan logistik udara guna menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses melalui jalur darat.
Menggunakan pesawat NC 212-200 Aviocar bernomor U-6211, TNI AL mendistribusikan bantuan ke dua titik utama, yakni Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, dan Bandara Rembele, Takengon, pada Selasa (23/12/2025).
Dalam penerbangan tahap awal, pesawat mendarat di Bandara Malikussaleh dengan membawa sekitar 1.080 kilogram bantuan logistik. Muatan tersebut terdiri dari tenda darurat, selimut, perlengkapan kebersihan, serta berbagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan warga terdampak bencana. Setelah proses bongkar muat selesai, pesawat kembali mengudara menuju Bandara Rembele, Takengon.
Pada rute lanjutan ini, TNI AL mengangkut sekitar 1.300 kilogram beras, sebagai stok pangan darurat bagi masyarakat di wilayah dataran tinggi Aceh Tengah yang terdampak dan mengalami keterbatasan akses distribusi.
Langkah ini menegaskan peran penting armada udara TNI AL dalam misi kemanusiaan, terutama ketika kondisi geografis dan infrastruktur menjadi hambatan penyaluran bantuan. Dukungan udara dinilai krusial untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu di lokasi-lokasi yang terisolasi.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana. “Sinergi menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan aman kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan pengerahan pesawat dan personel secara berkelanjutan, TNI AL berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.