Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana ambisius pembangunan armada laut baru yang ia sebut sebagai “Golden Fleet”, ditandai dengan persetujuan pembangunan dua kapal tempur (battleship) generasi terbaru untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan Trump bersama Secretary of War Pete Hegseth dan Secretary of the Navy dalam konferensi pers jelang Natal.
Trump menyatakan, kapal tempur baru ini akan menjadi yang terbesar dan paling mematikan yang pernah dibangun, bahkan diklaim 100 kali lebih kuat dibanding kapal tempur legendaris kelas Iowa seperti USS Missouri dan Wisconsin. Menurutnya, Amerika Serikat sudah terlalu lama tidak membangun battleship, terakhir pada 1994, sementara tantangan global terus berkembang.
“Kapal-kapal ini akan menjadi yang tercepat, terbesar, dan paling kuat di dunia. Tidak pernah ada yang seperti ini sebelumnya,” ujar Trump.
Teknologi Canggih dan Persenjataan Modern
Kapal tempur kelas baru ini dirancang dengan bobot lebih dari 30.000 ton, dilengkapi senjata hipersonik, railgun listrik, serta laser berdaya tinggi. Selain itu, kapal-kapal tersebut juga akan mampu membawa rudal jelajah bersenjata nuklir dan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk operasi tempur.
Trump menegaskan bahwa battleship ini akan menjadi kapal induk komando armada permukaan, sekaligus simbol kekuatan militer Amerika di laut. “Victory at sea kembali menjadi bagian dari kekuatan nasional Amerika,” katanya.
Target Hingga 25 Kapal
Pemerintah AS akan memulai pembangunan dua kapal pertama dalam waktu dekat, sebelum berkembang menjadi 10 kapal, dan dalam jangka panjang ditargetkan 20 hingga 25 kapal tempur. Seluruh proses pembangunan akan dilakukan di dalam negeri untuk menghidupkan kembali industri galangan kapal Amerika dan menciptakan ribuan lapangan kerja.
Trump juga mengungkapkan rencana bekerja sama dengan perusahaan swasta, termasuk pembukaan kembali galangan kapal Philadelphia yang sebelumnya dinonaktifkan.
Tekanan pada Kontraktor Pertahanan
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengkritik perusahaan pertahanan besar yang dinilai lambat dalam produksi kapal dan pesawat tempur. Ia menegaskan akan menekan kontraktor agar mempercepat produksi, membangun pabrik baru, serta mengurangi praktik buyback saham dan gaji eksekutif yang dinilai berlebihan.
“Kita butuh kapal dan pesawat sekarang, bukan 10 atau 15 tahun lagi,” tegasnya.
Simbol “Peace Through Strength”
Secretary of War Pete Hegseth menyebut pembangunan Golden Fleet sebagai wujud nyata doktrin “peace through strength” atau perdamaian melalui kekuatan. Sementara itu, Secretary of the Navy menilai kapal tempur kelas baru ini akan menjadi tulang punggung baru deterrence Amerika Serikat, sekaligus menambah dimensi baru dalam sistem pertahanan nuklir AS.
Trump menutup konferensi pers dengan menyebut armada baru ini akan mengembalikan rasa hormat dunia terhadap Amerika Serikat. “Ketika konflik muncul, dunia akan bertanya: di mana kapal induk Amerika, dan di mana battleship Amerika?” ujarnya.
Pengumuman ini sekaligus menjadi salah satu kebijakan pertahanan paling ambisius Trump, yang berpotensi mengubah wajah kekuatan laut Amerika Serikat dalam beberapa dekade ke depan.