Jakarta — 21 Desember 2025-Turnamen World Tour Finals 2025 resmi mencapai puncaknya dengan laga final tunggal putri yang menyajikan kualitas bulu tangkis kelas dunia. Pebulu tangkis Korea Selatan, An Se-young, berhadapan dengan wakil China, Wang Zhiyi, dalam duel sarat gengsi yang menutup musim kompetisi dengan dramatis.
Secara statistik, An Se-young memang lebih diunggulkan. Rekor pertemuan berpihak kepadanya dengan keunggulan 15-4. Namun, final membuktikan bahwa angka semata tak pernah cukup menggambarkan ketegangan di lapangan. Sejak gim pertama, kedua pemain langsung terlibat reli panjang dengan tempo tinggi, menampilkan pertahanan luar biasa, variasi pukulan tajam, serta kecerdikan membaca permainan.
An Se-young tampil konsisten dengan tekanan agresif ke sudut-sudut lapangan. Forehand keras dan penempatan shuttlecock presisi membuat Wang Zhiyi harus berlari menyusuri diagonal lapangan berkali-kali. Meski begitu, Wang tak menyerah begitu saja. Pemain China itu menunjukkan permainan teknik yang halus, netting tajam, serta kemampuan bertahan yang membuat beberapa reli berlangsung sangat panjang dan mengundang decak kagum penonton.
Pertandingan semakin menegangkan di gim penentuan. Kedua pemain saling kejar angka, dengan reli-reli melelahkan yang menguji fisik dan mental. An Se-young terlihat mengambil inisiatif lebih besar, mengontrol ritme permainan, dan memaksa Wang Zhiyi terus berada dalam posisi bertahan.
Pada momen krusial, An Se-young tampil lebih tenang. Beberapa kesalahan Wang Zhiyi di poin-poin akhir berhasil dimanfaatkan dengan sempurna. Match point pun akhirnya jatuh ke tangan An Se-young, yang memastikan kemenangan setelah pukulan lawan keluar lapangan.
Kemenangan ini menandai sejarah baru bagi An Se-young, yang sukses menutup musim 2025 dengan gelar prestisius World Tour Finals. Penampilannya sepanjang turnamen dinilai sebagai salah satu yang terbaik, menunjukkan kombinasi konsistensi, kekuatan fisik, dan kedewasaan bermain di laga besar.
Final ini tak hanya menjadi penutup musim, tetapi juga penegasan bahwa An Se-young masih menjadi kekuatan dominan di tunggal putri dunia, sementara Wang Zhiyi membuktikan dirinya sebagai pesaing serius di level tertinggi bulu tangkis internasional.