Liverpool — Arsenal sukses mencuri keunggulan saat bertandang ke markas Everton setelah mendapatkan hadiah penalti di babak pertama. Gol semata wayang The Gunners sejauh ini dicetak oleh Victor Yarez, yang tampil tenang mengeksekusi penalti meski mendapat tekanan dari publik Hill Dickinson Stadium.
Momen krusial terjadi berawal dari sepak pojok Declan Rice. Bola hasil tendangan sudut tersebut memicu kemelut di kotak penalti Everton. Bek tuan rumah O’Brien terlihat mengangkat tangan dan menyentuh bola saat berusaha menghalau. Wasit Sam Barrett kemudian mendapat masukan dari VAR dan diminta meninjau ulang insiden tersebut di monitor.
Setelah melakukan pengecekan, wasit pun mengumumkan keputusannya di hadapan penonton.
“Setelah peninjauan, pemain Everton nomor 15 melakukan handball. Keputusan akhir saya adalah penalti,” ujar wasit.
Victor Yarez yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan peluang. Meski kiper Jordan Pickfordbergerak ke arah yang tepat, tembakan Yarez terlalu keras dan terarah. Bola melesat bak peluru ke gawang, membawa Arsenal unggul 1-0.
Arsenal nyaris menggandakan keunggulan lewat rangkaian serangan apik. Jurrien Timber kembali melakukan overlap sebelum mengirim cut-back ke Bukayo Saka, namun tembakannya masih bisa diblok. Tak lama berselang, kombinasi Rice dan Leandro Trossard hampir berbuah gol, sayang sepakan Trossard hanya membentur tiang gawang.
Tekanan Arsenal terus berlanjut. Dari skema lain, Martin Ødegaard mengirim umpan ke tepi kotak penalti yang disambut Zubimendi. Tembakan kerasnya kembali menghantam tiang, sebelum bola jatuh ke Ødegaard yang sudah berada dalam posisi offside.
Hingga menit-menit akhir, Arsenal tampil dominan dengan penguasaan bola dan intensitas serangan tinggi. Everton berupaya keluar dari tekanan, namun solidnya lini belakang The Gunners membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih.
Keunggulan ini menegaskan performa konsisten Arsenal yang tampil efektif dan disiplin, sementara Everton harus bekerja ekstra keras untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan