Tokyo — Menjelang akhir tahun, konsumsi hotate atau scallop Jepang biasanya meningkat. Namun tahun ini, hotate justru mengalami gagal panen historis yang membuat harga melonjak tajam. Di tengah kondisi tersebut, perhatian publik beralih ke kerang alternatif dari Jepang Barat yang tampilannya mirip hotate, rasanya tak kalah lezat, namun harganya jauh lebih terjangkau.
Alternatif ini kini mulai bisa dinikmati, bahkan di sejumlah restoran di Tokyo. Salah satunya adalah kaiyaki atau kerang panggang ala Kansai yang menggunakan jenis kerang khas Jepang Barat.
Saat cangkangnya dibuka, tampak kerang dengan warna-warna mencolok seperti oranye, kuning, ungu, hingga merah. Kerang ini berasal dari Kumamoto, dikenal sebagai hiōgi-gai atau sering disebut juga “hotate selatan” karena memiliki daging kerang yang menyerupai hotate.
Di wilayah Jepang Barat, hiōgi-gai kerap dijadikan hidangan keberuntungan saat tahun baru karena tampilannya yang indah dan mencolok. Dari segi rasa, kerang ini dinilai memiliki cita rasa yang lebih pekat.
“Rasanya lebih kuat, manisnya terasa penuh di mulut. Dagingnya tebal, kenyal, dan sangat mirip hotate,” ujar salah satu pengunjung yang mencicipinya untuk pertama kali.
Harga Jauh Lebih Terjangkau
Perbandingan harga menjadi daya tarik utama. Di restoran, hotate asal Hokkaido dijual sekitar 1.320 yen per keping, sementara hiōgi-gai ditawarkan hanya 660 yen, atau setengah harga.
“Dengan selisih harga hampir dua kali lipat, hiōgi-gai jelas lebih ramah di kantong,” kata pemilik restoran.
Hiōgi-gai merupakan hasil budidaya laut Jepang Barat, dengan masa panen sekitar 1–1,5 tahun. Saat pertama diangkat dari laut, cangkangnya tertutup organisme laut dan tidak tampak berwarna. Namun setelah dibersihkan dengan sikat logam, warna alaminya yang cerah pun muncul.
“Ini warna alami, bukan buatan. Perbedaan warna ditentukan oleh faktor genetik,” jelas seorang pembudidaya.
Alternatif Lain: Tsukigai dari Aichi
Selain hiōgi-gai, restoran di wilayah Tokyo Barat juga mulai mendatangkan tsukigai dari Prefektur Aichi. Kerang ini dinamai berdasarkan warna cangkangnya: sisi merah melambangkan matahari, sisi pucat melambangkan bulan.
Secara bentuk dan ukuran, tsukigai hampir identik dengan hotate. Rasanya pun mirip, meski memiliki tekstur lebih renyah dan segar, dengan rasa yang lebih ringan.
Tsukigai dijual sekitar 330 yen per keping, hanya setengah harga hotate Hokkaido di pasaran.
“Enak, renyah, dan segar. Kalau setengah harga, jelas lebih menarik,” ujar konsumen.
Dampak Gagal Panen Hotate
Hotate di wilayah Hokkaido dan Aomori mengalami penurunan produksi signifikan. Di Hokkaido, hasil tangkapan tahun ini diperkirakan turun 16,9 persen menjadi 336 ribu ton, berpotensi turun di bawah 400 ribu ton untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Dengan kondisi tersebut, kehadiran kerang alternatif dari Jepang Barat seperti hiōgi-gai dan tsukigaimenjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati cita rasa mirip hotate tanpa harus membayar mahal.
Kerang-kerang ini juga dilaporkan sesekali ditemukan di perairan sekitar Semenanjung Miura di wilayah Kanto, meski masih tergolong langka.
Di tengah krisis hotate, alternatif ini kini menjadi primadona baru di meja makan Jepang.( ANN News )