Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Presiden AS Donald Trump Teken Perintah Eksekutif, Ganja Medis Direklasifikasi untuk Kepentingan Kesehatan

Jum'at, 19/12/2025

Jakarta 19 Desember 2025-Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan penandatanganan perintah eksekutif untuk mengubah klasifikasi ganja dari Schedule I menjadi Schedule III, sebuah langkah besar yang membuka jalan bagi pemanfaatan ganja secara medis dan penelitian ilmiah, tanpa melegalkan penggunaannya untuk rekreasi.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump dalam acara resmi di Gedung Putih, Kamis (18/12), dengan dihadiri jajaran pejabat kesehatan, peneliti medis terkemuka, serta perwakilan veteran Amerika Serikat.

“Ini bukan legalisasi ganja. Ini murni soal akal sehat dan kemanusiaan,” tegas Trump. Ia menekankan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk membantu pasien yang menderita nyeri kronis, kanker agresif, gangguan kejang, masalah neurologis, serta veteran dengan cedera akibat tugas militer.

Trump menyebut kebijakan tersebut mendapat dukungan luas publik, dengan tingkat persetujuan mencapai 82 persen, serta menjadi isu yang paling banyak ia terima keluhannya langsung dari masyarakat. “Orang-orang ini hidup dalam rasa sakit luar biasa. Kita tidak bisa menutup mata,” ujarnya.

Dorong Riset Medis dan Kurangi Ketergantungan Opioid

Dengan perubahan status ini, pemerintah federal AS akan lebih mudah melakukan penelitian medis terhadap ganja, termasuk potensi manfaat dan risikonya. Trump juga menyoroti kemungkinan ganja medis menjadi alternatif yang lebih aman dibanding opioid, yang selama ini memicu krisis kecanduan dan kematian di AS.

Sekretaris Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., Direktur CMS Dr. Mehmet Oz, Komisaris FDA Dr. Marty Makary, serta Direktur NIH dan National Institute on Drug Abuse turut mendukung langkah ini. Mereka sepakat bahwa hambatan hukum selama puluhan tahun telah menghambat riset berkualitas tinggi terkait ganja.

CBD Masuk Program Medicare untuk Lansia

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Mehmet Oz mengumumkan terobosan penting: program percontohan Medicare yang memungkinkan lansia mendapatkan produk CBD berbasis hemp secara gratis, hingga US$500 per tahun, jika direkomendasikan dokter. Program ini ditargetkan mulai berjalan awal tahun depan.

“Enam dari sepuluh pengguna CBD melaporkan penurunan rasa sakit. Kini saatnya data ilmiah membuktikannya,” kata Oz. CMS juga akan mengumpulkan dan membuka data penelitian secara publik untuk memastikan transparansi dan keamanan.

Dukungan dari Dokter Kanker dan Veteran

Sejumlah pakar medis, termasuk peneliti kanker dari Dana-Farber Cancer Institute dan Duke University, menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai perubahan klasifikasi memungkinkan uji klinis berskala besar yang selama ini mustahil dilakukan karena ganja dianggap ilegal di tingkat federal.

Perwakilan American Legion, organisasi veteran terbesar di AS, juga menyatakan dukungan penuh. Mereka berharap penelitian ganja medis dapat membantu mengatasi PTSD, depresi, cedera otak traumatis, dan nyeri kronis yang banyak dialami veteran.

Tegaskan Perlindungan Anak dan Remaja

Meski demikian, Trump dan para pejabat kesehatan menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mendorong penggunaan ganja di kalangan anak dan remaja. Justru, penelitian ilmiah dianggap penting untuk memahami risiko kecanduan dan dampak kesehatan mental, serta menyusun kebijakan pencegahan yang lebih efektif.

“Selama ini ganja dilarang, tapi penyalahgunaan tetap terjadi. Penelitian adalah kunci untuk melindungi yang rentan sekaligus membantu yang membutuhkan,” ujar Direktur National Institute on Drug Abuse.

Trump menutup acara dengan menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari visinya menjadi “Presiden dengan kebijakan berbasis akal sehat”. “Banyak orang mungkin tidak membutuhkan ini. Tapi bagi sebagian, kebijakan ini bisa mengubah hidup mereka,” pungkasnya.

Tags

Terkini