Jakarta 15 Desember 2025-Ajax sukses memenangkan laga bergengsi Klassieker edisi ke-200melawan Feyenoord dengan skor tipis 1-0 dalam duel sarat tensi di Eredivisie. Gol tunggal Davy Klaassen menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat dan penuh duel sejak menit awal.
Sejak kick-off, kedua tim langsung bermain agresif. Ajax mencoba menekan lebih awal, sementara Feyenoord merespons dengan permainan langsung dan eksploitasi sisi sayap. Peluang berbahaya pertama justru datang dari tim tamu pada menit ke-7 lewat sundulan Nieuwkoop yang memanfaatkan umpan matang Valente, namun masih bisa diamankan lini belakang Ajax.
Momentum berubah ketika Ajax menemukan ritme permainan. Pada menit krusial babak pertama, Davy Klaassen melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Feyenoord. Gol tersebut membawa Ajax unggul 1-0 sekaligus mempertegas reputasi Klaassen yang belum pernah kalah dalam laga Klassieker.
Feyenoord tak tinggal diam. Tim asuhan Robin van Persie tampil dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengancam lewat Ueda, Valente, dan Sauer. Namun solidnya pertahanan Ajax serta disiplin lini tengah membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol. Kartu kuning yang diterima Bouwman akibat pelanggaran terhadap Ueda juga menambah panas suasana laga.
Memasuki babak kedua, Feyenoord tampil lebih menekan. Umpan-umpan terobosan Valente dan pergerakan Ueda sempat membuat pertahanan Ajax bekerja keras. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk situasi satu lawan satu dan sundulan dari jarak dekat, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan.
Ajax sendiri beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan lewat Oscar Gloukh dan Dolberg. Salah satu peluang terbaik hadir melalui sundulan Gloukh yang masih melebar tipis, sementara upaya lanjutan digagalkan pertahanan rapat Feyenoord.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk Ajax tak berubah. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Ajax dalam duel klasik penuh gengsi, sekaligus mempertegas dominasi mereka di laga bersejarah kontra Feyenoord.