Las Vegas — Dunia tinju menyaksikan momen bersejarah saat Jake Paul berhasil mengalahkan legenda hidup Mike Tyson melalui keputusan mutlak (unanimous decision) dalam laga eksibisi kelas berat yang menyita perhatian global. Pertarungan ini mempertemukan dua generasi berbeda: ikon tinju sepanjang masa melawan bintang era digital yang terus mengusik pakem dunia boxing.
Jake Paul, yang bertarung dari sudut biru dengan celana perak-krom, masuk ring dengan rekor profesional hampir sempurna—10 kemenangan dan satu kekalahan, tujuh di antaranya melalui KO. Sementara itu, dari sudut merah, berdiri sosok yang namanya tak pernah pudar dalam sejarah olahraga ini: “Iron” Mike Tyson, mantan juara dunia kelas berat tak terbantahkan, yang kembali naik ring di usia 58 tahun.
Jalannya Pertandingan
Sejak ronde awal, Tyson menunjukkan ciri khasnya dengan tekanan agresif dan hook kiri eksplosif. Namun, Jake Paul tampil disiplin dan tenang, memanfaatkan jab, pergerakan lateral, serta keunggulan stamina. Dalam ronde pertama, Tyson masih terlihat mampu mencuri poin, bahkan mengguncang Paul dengan kombinasi pukulan cepat.
Memasuki ronde-ronde selanjutnya—yang berdurasi dua menit per ronde—Paul mulai mengambil alih kendali. Jab konsisten dan right hand terukur beberapa kali membuat Tyson kehilangan keseimbangan. Statistik menunjukkan Paul unggul signifikan dalam jumlah pukulan yang mendarat, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Tyson.
Meski demikian, Tyson tetap memperlihatkan ketangguhan luar biasa. Di usia yang mendekati 60 tahun, ia masih mampu menyerap pukulan keras dan terus maju, memancing decak kagum penonton. Beberapa hook kiri khas Tyson masih menemukan sasaran, namun kurang cukup untuk membalikkan keadaan.
Keputusan Juri
Setelah delapan ronde penuh dan total 16 menit pertarungan, laga pun ditentukan lewat kartu penilaian juri.
• David Yakabuchi: 80–72
• Lawrence Cole: 79–73
• Jesse Reyes: 79–73
Jake Paul dinyatakan menang dengan keputusan mutlak.
Makna Pertarungan
Kemenangan ini menandai pencapaian terbesar dalam karier tinju Jake Paul, yang kembali membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar sensasi media sosial. Sementara itu, Mike Tyson—meski kalah—tetap menuai respek besar atas keberaniannya kembali ke ring dan bertahan hingga akhir melawan lawan yang lebih dari separuh usianya lebih muda.
Pertarungan ini bukan sekadar soal menang dan kalah, melainkan pertemuan dua era: legenda yang tak pernah dilupakan dan wajah baru tinju modern yang terus memecah batas.
Sejarah telah tercipta. Jake Paul mengalahkan Mike Tyson.