Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Iconic Tourist Rayakan Panggung Besar Pertama dengan Konsep Orkestra dan Lirik Bahasa Inggris

Jum'at, 12/12/2025

Jakarta — 12 Desember 2025-Grup band rock alternatif Iconic Tourist tampil memukau dalam perayaan HUT Party IDC Indonesia di The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat malam (12/12). Tampil dengan panggung megah lengkap dengan LED raksasa, tata cahaya mewah, hingga formasi full dancer, ini menjadi momentum besar pertama bagi band yang baru terbentuk akhir 2023 tersebut.

Usai tampil, para personel Iconic Tourist—Jovi Rangkuti ( Vokal/gitar ) Reno Rendragraha ( drum ) Ananda Viguno sebagai gitaris dan Tyo Priohutomo sebagai bassist. berbagi cerita soal konsep musik, lirik, hingga perjalanan mereka yang tergolong cepat di industri musik.

Merayakan Momentum dan Hadirkan Lagu Khusus

Dalam acara HUT IDC Indonesia, Iconic Tourist turut membawakan satu lagu berbahasa Indonesia yang ternyata tidak termasuk dalam rilisan resmi mereka.

“Lagu bahasa Indonesia itu memang khusus untuk acara ini. Ke depannya, kami masih akan tetap fokus di lagu-lagu berbahasa Inggris,” ujar Jovi.

Mereka mengakui bahwa penulisan lirik Inggris terasa lebih natural bagi band ini, meski tak menutup kemungkinan membuat karya Indonesia dengan nama proyek berbeda.

Konsep Musik dan Lirik: Pengalaman Pribadi & Keresahan

Album pertama Iconic Tourist, yang rilis Februari 2025 dan bertajuk “If There Was a Band at the Opera”, menghadirkan warna musik rock alternatif dengan sentuhan orkestra.

“Di album itu kami sengaja memasukkan unsur strings dan orkestrasi. Kita semua suka musik klasik, jadi konsepnya datang dari apa yang ada di kepala kita,” jelas  Reno..

Untuk tema lirik, Iconic Tourist banyak mengangkat pengalaman pribadi dan rasa-rasanya sendiri, bukan kritik sosial maupun isu tertentu.

“Kebanyakan dari pengalaman masing-masing. Soal cinta? Ya ada, cinta kan enggak bisa dipisahkan dari hidup,” katanya.

Tanpa Rumus Bakal, Fokus Pada Cerita

Band ini menegaskan tidak mau terjebak pada formula lagu mainstream seperti verse–chorus standar.

“Kita bikin lagu yang bercerita panjang. Ada juga lagu yang enggak jelas mana verse, mana chorus. Ya, itu gaya kita saja,” ungkap IP.

Pengaruh Musik: Dominan dari Inggris

Soal influence, para personel menyebut musik internasional, khususnya band-band besar dari Inggris, menjadi referensi utama mereka dalam bermusik.

Panggung Megah Pertama: Panik, tapi Bahagia

Tampil di panggung besar dengan aransemen orkestra menjadi pengalaman perdana bagi Iconic Tourist. Mereka mengaku latihan berlangsung intens, bahkan sempat panik menjelang tampil.

“Kita gampang panik dan cemas. Semalam enggak bisa tidur. Tapi semuanya terbayar. Tempatnya mewah, suasananya mewah. Seru banget,” ceritanya.

Kolaborasi dengan session player hingga penampilan ala orkestra disiapkan sebagai bagian dari konsep album mereka yang bertema opera-rock modern.

Soal Industri Musik: Jalan Sudah Terbuka

Terkait tren musik alternatif yang kembali naik, Iconic Tourist merasa generasi sebelumnya sudah membuka jalur.

“Kita bukan mau jadi yang menghidupkan genre ini lagi. Sudah ada yang duluan. Tapi kalau jalannya dibuka, mudah-mudahan kita bisa ikut,” kata Jovi.

Membedakan Diri Tanpa Ambisi Berlebihan

Meski mulai mencuri perhatian, mereka menyebut masih dalam proses berkembang dan belum berambisi menyaingi musisi besar tanah air.

“Kita belum sampai sana. Kita cuma bikin musik yang kita suka. Kalau berbeda dengan band lain, ya itu datang dari cara kita menulis dan menyusun lagu,” tutup Jovi .

Penampilan di HUT Party IDC Indonesia ini menjadi salah satu langkah penting Iconic Tourist menuju panggung musik yang lebih besar, sekaligus menegaskan identitas mereka sebagai band rock alternatif dengan sentuhan sinematik yang kuat.

Tags

Terkini