Jakarta — 11 Desember 2025-Perjalanan Fabio Quartararo bersama Yamaha di musim 2024 menjadi salah satu cerita paling menarik di paddock MotoGP. Dalam wawancara terbaru, sang juara dunia 2021 mengungkapkan betapa beratnya adaptasi bersama tim yang tengah berusaha keluar dari keterpurukan beberapa tahun terakhir. Namun, ia juga menegaskan bahwa performa Yamaha kini menunjukkan peningkatan signifikan, meski belum cukup untuk kembali menjadi penantang gelar.
Adaptasi Berat di Musim Pertama Perubahan Besar
Quartararo mengakui, awal 2024 adalah masa yang sangat menantang.
“Saya cukup baru dengan Yamaha dalam struktur baru ini. Awal 2024 terasa sulit. Saya terbiasa bekerja dengan tim Eropa, jadi bekerja dengan perusahaan Jepang membawa perubahan besar,” ujarnya.
Menurut Fabio, proses penyesuaian antara pembalap, tim teknis, hingga filosofi kerja Yamaha memerlukan waktu panjang, namun kini mulai menunjukkan arah positif.
Yamaha Tampilkan Kemajuan: Rekor Lap hingga Peningkatan Sektoral
Perubahan besar pada paket motor membuat Fabio mampu mencetak sejumlah lap fenomenal.
Dua kali dalam dua pekan, pembalap berjuluk El Diablo itu memecahkan rekor lap—sebuah sinyal kuat bahwa Yamaha telah memperbaiki daya dorong motor, terutama di sektor terakhir yang mengandalkan agresivitas pengereman dan akselerasi.
“Sekarang motornya lebih mudah untuk memanaskan ban, dan gaya balap saya yang agresif sangat terbantu,” kata Fabio.
Masalah Utama: Konsistensi Saat Ban Mulai Aus
Meski cepat saat ban baru, Fabio mengaku Yamaha masih kesulitan mempertahankan performa setelah beberapa lap balapan.
“Ketika ban baru, semuanya berjalan baik. Tapi ketika ban mulai turun, kami kehilangan pace lebih besar dibanding pembalap lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kurangnya grip serta tenaga yang masih belum memadai membuatnya lebih sering bertahan daripada menyerang.
Perubahan Gaya Balap: Dari Agresif Menjadi Super Presisi
Memasuki 2024, Fabio melakukan perubahan besar pada gaya balapnya.
“Saya harus membuka gas lebih halus, lebih presisi, dan mengontrol banyak hal untuk bisa cepat,” katanya.
Meski sulit, penyesuaian itu membuahkan hasil: ia meraih podium pertamanya dalam 30 Grand Prix dan podium sprint pertamanya sejak 2023.
Yamaha Meningkat, Tapi Rival Lebih Cepat
Quartararo membeberkan fakta menarik: Yamaha meningkat drastis secara waktu lap, namun kompetitor meningkat lebih besar.
“Kami lebih cepat 1,5 detik di Qatar. Tapi yang lain juga lebih cepat. Itu masalahnya,” ujarnya.
Fokus Yamaha: Chassis Baru, Aerodinamika, Hingga Power Delivery
Fabio menjelaskan bahwa Yamaha mengerjakan banyak komponen sekaligus:
• Chassis baru
• Swingarm
• Elektronik lebih efisien
• Aerodinamika yang jauh diperbaiki
• Distribusi tenaga mesin lebih halus dan mudah dikendalikan
Menurutnya, perubahan ini membuat motor 2024 “berbeda total” dari tahun sebelumnya.
Harapan Fabio: Motor yang Bisa Menang
Pada akhirnya, Fabio menegaskan satu hal yang ia butuhkan untuk masa depan:
“Saya butuh merasa bahwa motor ini motor pemenang. Motor yang setiap sesi bisa bertarung untuk posisi tiga besar dan lima besar.”
Dengan pengembangan berkelanjutan, Quartararo berharap Yamaha dapat kembali ke jajaran terdepan dan mengakhiri dominasi rival-rival Eropa di MotoGP.