Jakarta — 11 Desember 2025 — Sidang lanjutan kasus yang menjerat aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena dinamika hukum yang terjadi, tetapi juga karena curahan hati sang ibu Matuo , Eli Murni, yang hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Eli mengaku sangat sedih karena Ammar kembali tidak bisa dihadirkan secara offline, padahal keluarga sudah menunggu dan berharap agar Ammar dapat hadir langsung di ruang sidang.
“Saya sangat sedih, Katanya mau dihadirkan, tapi ternyata tidak. Masih online, masih elektronik. Kami sebagai keluarga sedih sekali,” ungkap Eli.
Ia juga mengaku tidak memahami secara jelas alasan Ammar kembali belum bisa dibawa ke pengadilan secara langsung.
“Saya enggak ngerti, Kami sudah berusaha biar dihadirkan supaya cepat selesai urusannya. Tapi ternyata tidak juga dihadirkan offline,” tambahnya.
Curhat Soal Kondisi Ammar dan Musibah di Sumbar
Eli turut menceritakan bahwa Ammar mengetahui adanya musibah bencana yang melanda Sumatera Barat, termasuk daerah Solok Selatan, tempat keluarga besar mereka berasal.
“Dia sedih, nangis. Walaupun rumah kampung kami enggak kena, tapi kan itu kampung kami, saudara-saudara kami yang kena,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Ammar terakhir berkomunikasi dengannya sekitar dua minggu lalu, sebelum penahanan di lokasi saat ini.
“Saya nanya keadaannya, katanya baik. Tapi dia sedih kenapa belum dihadirkan. Dia bilang enggak bersalah. Katanya dia lagi di masjid, pulang masjid dipanggil terus dimasukin ke kandang tikus,” tutur Eli.
Menurutnya, Ammar juga sempat bercerita soal dugaan permintaan uang yang tidak bisa dipenuhinya.
“Katanya ada yang minta uang. Karena kami enggak sanggupin katanya dia dipindahkan ke sana. Saya enggak ngerti. Saya sedih,” kata Eli.
Harapan Seorang Ibu yang Selalu Menyiapkan Makanan
Eli mengaku sering menyiapkan makanan kesukaan Ammar, salah satunya rendang, setiap kali mendapat kabar bahwa Ammar akan hadir di sidang secara offline.
Namun harapan itu kembali pupus.
“Dia suka rendang. Saya sudah siapin, sudah masak, sudah potong-potong. Tapi ternyata dia enggak jadi offline. Saya sedih sekali,” ungkapnya.
Kenangan Masa Kecil Ammar: Manja karena Ditinggal Ibu
Dalam kesempatan itu, Eli juga mengenang masa kecil Ammar. Ia bercerita bahwa kemanjaan Ammar berawal karena ditinggal ibu kandungnya sejak usia 12 tahun.
“Dia ditinggal ibunya waktu kelas 6 SD. Masih kecil sekali. Panji sama Arman juga masih kecil. Jadi dia memang manja, apa-apa suka minta. Ya kami turutin, namanya anak pertama, kesayangan,” jelasnya.
Eli juga mengungkap bahwa Ammar sempat beberapa kali pindah sekolah, termasuk ke Batam dan kembali ke Padang.
“Saya Sangat Sedih”: Harapan untuk Kebebasan Ammar
Di akhir pernyataannya, Eli berharap proses hukum dapat segera menemukan titik terang dan Ammar bisa kembali pulang.
“Saya sedih, Saya berharap dia cepat selesai, cepat bebas. Dia bilang dia enggak bersalah. Saya cuma ingin dia pulang,” tutupnya.
Curahan hati Eli Murni menambah dimensi emosional dalam perjalanan kasus yang tengah berjalan, sementara keluarga masih menanti kehadiran Ammar Zoni secara langsung pada persidangan berikutnya.