Jakarta — 8 Desember 2025- Onyo membagikan cerita hangat tentang kesehariannya, dalam suasana santai, Onyo mengungkapkan bahwa ia kini lebih banyak menghabiskan waktu bermain dan bersosialisasi bersama anak-anak tetangga di rumah Bunda.
Menurut Onyo, adik-adiknya justru mengikuti keberaniannya saat ingin bermain di luar rumah.
“Kalau adik-adik itu lebih ke apa ya, kalau akunya main baru mereka berani main. Kalau aku di dalam, mereka ikut di dalam,” ujar Onyo saat ditemui usai bermain bola bersama Selebriti FC Ditemui di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Ia juga menceritakan bahwa teman-teman kecil di sekitar rumah Bunda sering memanggil namanya untuk mengajak bermain bola. Karena tahu Onyo hobi bermain bola, anak-anak pun semakin semangat ikut bergabung.
“Anak kecil di bawah aku sering panggil, ‘Betan ayo main bola!’ Ya sudah, aku main bola. Mereka ngikut dan jadi keasyikan sendiri,” tuturnya.
Namun, aktivitas bermain di depan rumah kini agak terbatas karena kondisi renovasi rumah tetangga yang membuat halaman becek. Meski begitu, Onyo dan anak-anak tetap mencari cara agar bisa bermain dengan nyaman.
“Kayaknya kita siapin lapangan sebelah dulu. Jadi mainnya di situ,” katanya.
Mengenai seberapa sering ia berkumpul dengan anak-anak tetangga, Onyo mengaku mengikuti jadwal mereka.
“Kalau mereka main sore, aku ikut. Kalau enggak, kadang aku yang manggil duluan, ‘Ayolah main bola!’ gitu.”
Onyo juga menegaskan dirinya tidak pernah merasa canggung bersosialisasi dengan anak-anak yang lebih kecil, karena sejak di kampung pun ia terbiasa bermain bersama teman-temannya di lapangan.
Saat ini Onyo diketahui lebih sering berada di rumah ayah. Meski begitu, ia tetap menyempatkan waktu kembali ke rumah Bunda setiap sore hanya untuk bermain bola bersama anak-anak.
“Aku tahu jadwal main mereka jam berapa. Jadi aku ke rumah dulu, main bola, baru balik lagi ke tempat ayah,” jelasnya.
Menurut Onyo, anak-anak bahkan sering menjadi pihak pertama yang memanggilnya ketika melihat mobilnya datang.
“Kalau mobilku sudah datang, pasti mereka, ‘Ayo main dulu!’ Jadi mobil aku parkir samping aja, main bola dulu,” kenangnya.
Sementara itu, rutinitasnya di rumah ayah berbeda karena lingkungan yang lebih sepi dari anak-anak seusia.
“Di rumah ayah enggak ada anak-anak main depan komplek. Jadi aku lebih banyak ngobrol sama ayah, cerita-cerita,” ujarnya.
Menjelang akhir tahun 2025 yang sebentar lagi berakhir, Onyo pun mengisyaratkan bahwa banyak pencapaian yang ia syukuri, meski belum dirinci lebih detail.
Kehangatan Onyo bersama anak-anak tetangga menunjukkan sisi lain dari sosoknya—seorang remaja yang tetap membumi, dekat dengan lingkungan, dan menjadi panutan bagi adik-adiknya maupun anak-anak sekitar.