Washington D.C. — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampil sebagai pusat perhatian dalam acara megah di Kennedy Center, di mana ia tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi sekaligus menjadi pembawa acara—sebuah langkah yang belum pernah dilakukan presiden sebelumnya. Trump memanfaatkan momentum tersebut untuk berbicara mengenai revitalisasi Kennedy Center, kebijakan nasional, serta visi masa depannya menjelang perayaan America 250.
Dalam sesi tanya jawab yang padat, Trump menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya sekadar penghormatan kepada para seniman, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali gedung ikonik tersebut. “Kami telah mengumpulkan 23 juta dolar malam ini, hampir dua kali lipat dari tahun lalu,” ujarnya. “Totalnya, kami sudah menggalang lebih dari 100 juta dolar untuk pembaruan Kennedy Center. Bangunan indah ini akan kembali lebih megah daripada hari pertama berdiri.”
Revitalisasi Kennedy Center: “Tak Bisa Dibangun Lagi”
Trump menegaskan bahwa Kennedy Center merupakan bangunan yang mustahil direplika di masa kini. Menurutnya, struktur, akustik, dan desain orisinil gedung tersebut memiliki nilai historis yang tidak tergantikan.
“Bangunan ini tak bisa dibangun lagi. Dengan tiga panggung besar—tari, teater, dan auditorium utama—ini adalah harta nasional. Saya menyelamatkannya, dan kami sedang mengembalikannya ke kejayaannya,” kata Trump.
Perubahan eksterior, termasuk pembersihan dan pemulihan kolom marmer putih, disebut sebagai salah satu fokus awal renovasi. “Kolom emas imitasi diganti, dan sekarang putihnya benar-benar hidup. Ini perubahan besar.”
Bicara Politik, Tariff, dan Perang
Ketika ditanya soal putusan Mahkamah Agung terkait kewenangan tarif, Trump menegaskan bahwa sistem tarif yang ada saat ini merupakan alat penting untuk keamanan nasional.
“Tarif memungkinkan presiden bertindak cepat. Saya mengakhiri delapan perang berkat kekuatan perdagangan dan tarif,” ujarnya. Ia juga menyinggung mediasi dalam konflik Rusia–Ukraina. “Putin setuju dengan proposal perdamaian. Zelensky belum