Jakarta — 7 Desember 2025-Aktor senior Hengky Tornando bersama Beby Zilvia membagikan pengalaman mereka membangun karakter dalam film religi-drama “Mengejar Restu”, arahan sutradara Puadin Redi. Usai acara press screening di Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu malam (6/12), keduanya menyoroti sisi emosional dan nilai-nilai yang dibawa film ini.
Hengky mengungkapkan bahwa karakter yang ia mainkan memiliki lapisan ego dan tradisi yang kuat. Sang tokoh digambarkan berpegang pada harapan bahwa penerus keluarga harus laki-laki, sementara kenyataan justru berbeda.
“Ada satu sisi egois, dia ingin pesan keluarga diteruskan oleh anak laki-laki. Tapi kenyataannya tidak demikian, dan ketika cucu perempuan yang mendapat amanah, itu jadi konflik. Tapi ada satu momen ketika egonya kalah dan harga dirinya justru diuji, terutama saat ia datang membatalkan lamaran. Itu menarik buat saya,” ujar Hengky.
Meski memerankan karakter yang keras, Hengky mengaku atmosfer kerja di lokasi sangat menyenangkan.
“Saya senang banget kerja sama dengan Rey dan yang lain. Suasananya bercanda tapi tetap serius. Alhamdulillah,” tuturnya.
Sementara itu, Beby Zilvia menyoroti pesan agama dalam film “Mengejar Restu” yang menurutnya disampaikan dengan cara ringan dan tidak menggurui.
“Ini cerita agama, tapi tidak ekstrem. Insyaallah bisa jadi pelajaran. Dalam Islam memang diperbolehkan poligami, tapi dengan syarat bisa adil. Kalau tidak bisa adil, satu saja—dan yang satu itu saja sudah banyak tantangannya,” ungkapnya sambil tersenyum.
Film “Mengejar Restu” menggambarkan dinamika keluarga, tradisi, dan ajaran agama yang disajikan melalui konflik emosional dan hubungan antargenerasi. Dengan empat pasangan muda yang terlibat dalam alur cerita, film ini diharapkan memberi perspektif baru tentang makna restu, amanah, dan keikhlasan.
Sutradara Puadin Redi menegaskan bahwa film ini merupakan ajakan untuk memahami nilai keluarga dalam kehidupan modern tanpa kehilangan akar budaya dan spiritualitas.