Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Dimas Seto & Dini Aminarti Ungkap Kedalaman Emosi di Film Mengejar Restu: “Harapan Tak Selalu Sejalan dengan Takdir”

Sabtu, 06/12/2025

Jakarta — 6 Desember 2025 -Pasangan aktor Dimas Seto dan Dini Aminarti kembali tampil bersama dalam film terbaru berjudul “Mengejar Restu”, karya sutradara Puadin Redi. Dalam jumpa pers seusai prescreening di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (6/12), keduanya berbagi pengalaman tentang proses kreatif dan emosional yang mereka jalani sepanjang produksi.

“Hidup Itu Ujian, Begitu Juga Film Ini”

Menanggapi pertanyaan soal karakter, Dimas menjelaskan bahwa peran yang dimainkan dirinya dan Dini mencerminkan dinamika kehidupan nyata.

“Nama kita Dimas, bukan Saleh ya,” ujarnya sambil berkelakar. “Tapi namanya hidup, kita nggak lepas dari yang namanya ujian. Dan ujian itu hadir sesuai kemampuan kita. Di film ini, Pakis dan Daniia juga diuji lewat masalah masing-masing. Kadang harapan nggak sesuai takdir, dan tugas kita belajar menerima dengan ikhlas.”

Menurut Dimas, film ini menawarkan sudut pandang berbeda tentang konflik rumah tangga, tanpa berniat menggurui atau membenarkan satu pihak.

Dini Aminarti: ‘Setiap Hari Syuting Pasti Nangis’

Dini mengaku proses syuting film ini sangat menguras emosi.

“Setiap hari nangis terus,” ungkapnya. “Tapi memang sudah dipersiapkan dan banyak diskusi. Enaknya syuting sama pasangan, kita bisa bedah skenario bareng di rumah.”

Ia menceritakan bagaimana Dimas membantunya mengolah adegan menangis, membedakan antara tangis bahagia, tangis sakit yang ditahan, hingga tangis patah hati sesungguhnya.

“Alhamdulillah, karena partnernya suami sendiri, kami bisa ngolah rasa bareng-bareng. Mas Dimas selalu kasih masukan: ‘Yang ini nangisnya jangan kayak gitu, yang ini harus lebih dalam’, dan itu sangat membantu.”

Chemistry Suami-Istri yang Natural

Dimas menambahkan bahwa syuting dengan pasangan sah membuat adegan-adegan intim menjadi lebih natural.

“Nggak ada canggungnya. Mau pelukan, mau tatapan lama, ya enak aja karena memang sah,” ujarnya sambil tertawa.

Film ini, lanjutnya, mengangkat sosok perempuan sabar dan laki-laki yang terus berusaha memberi yang terbaik, meski sering kali keinginannya berbenturan dengan situasi nyata.

Bukan Propaganda, Tapi Sudut Pandang Baru

Sempat ditanya soal tudingan menjadi “duta poligami” karena tema tertentu dalam film, Dimas menegaskan bahwa hal itu sama sekali bukan tujuan mereka.

“Seram banget ya duta-dutaan begitu. Ini cerita umum, memberikan POV dari angle lain. Bukan memilih atau membenarkan, tapi memberikan pandangan berbeda.”

Produksi Rampung dalam 18 Hari

Syuting film Mengejar Restu dilakukan tahun lalu, dengan durasi proses produksi sekitar 18 hari dan fitting kostum sekitar dua minggu.

Pesan untuk Penonton

Di penghujung konferensi pers, Dimas dan Dini kompak mengajak penonton menyambut film ini sebagai refleksi tentang restu, harapan, dan keluarga.

“Jangan lupa nonton Mengejar Restu tanggal 11 Desember,” ujar Dini. “Semoga bisa membuka mata tentang arti restu yang sebenarnya. Restu itu bisa dari siapa saja, di mana saja. Tapi film ini mudah-mudahan memberi pesan yang berbeda untuk keluarga Indonesia.”

Film “Mengejar Restu” dijadwalkan tayang resmi pada 11 Desember di seluruh jaringan bioskop.

Tags

Terkini