Bormio, Italia — Euforia sekaligus kelelahan menyelimuti para atlet ski mountaineering yang baru saja menyelesaikan ajang uji coba resmi menuju Olimpiade Musim Dingin 2026. Sejumlah atlet mengungkapkan perasaan campur aduk setelah melewati akhir pekan penuh adrenalin di lintasan yang dirancang menyerupai kondisi Olimpiade.
Salah satu atlet yang berhasil meraih kemenangan mengaku sangat lega sekaligus bahagia.
“Sekarang saya merasa sangat lelah, tapi juga begitu bahagia bisa menang di sini… Rasanya luar biasa,” ujarnya. Kemenangan ini disebutnya sangat penting karena memberikan dorongan besar bagi kepercayaan diri sejak awal musim 2025.
Ia menilai event uji coba ini menghadirkan pengalaman paling mendekati suasana Olimpiade.
“Akhir pekan ini luar biasa karena ini yang paling realistis menuju Olimpiade. Jalurnya indah, penontonnya ramai, rasanya seperti benar-benar berada di Olimpiade satu tahun lebih cepat,”katanya.
Tantangan Menjaga Fokus di Tengah Kewajiban Sebagai Orang Tua
Di balik prestasinya, sang atlet mengaku masih bergumul dengan tantangan pribadi—yakni menyeimbangkan hidup sebagai atlet profesional dan sebagai orang tua.
“Saya bilang pada ibu saya, tolong datang ke Bormio bersama anak-anak supaya pikiran saya lebih tenang,” ungkapnya.
Ia mengaku sering merasa kurang latihan karena memilih menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak saat musim gugur.
“Kadang saya merasa latihan saya kurang, tapi saya juga ingin ada untuk anak-anak. Itu selalu menjadi perjuangan kecil dalam diri saya,” tambahnya.
Meski begitu, tekad menuju Olimpiade tetap menjadi pegangan yang membuatnya bertahan.
Ia mengingat betul momen ketika memutuskan mengejar mimpi Olimpiade.
“Tiga setengah tahun lalu saya memutuskan mencoba masuk Olimpiade… ada masa-masa sangat sulit, tapi saya tetap fokus pada tujuan,” ujarnya.
Italia Tinggalkan Kesan Mendalam: Kuliner, Budaya, dan Atmosfer Pegunungan
Bagi atlet lain, pengalaman bertanding di Italia menjadi momen berkesan.
Mereka menyebut Bormio sebagai tempat dengan atmosfer ski alpine dan ski mountaineering yang kuat.
“Saya suka Italia… makan malam panjang bersama tim tanpa ada yang memegang ponsel, makanan berkualitas, suasananya hangat. Rasanya sangat berbeda dari Amerika Utara,” kata salah satu atlet.
Mereka juga kagum dengan kekayaan sejarah Italia, dari jalan berbatu hingga gereja-gereja tua yang berusia ribuan tahun.
“Tidak ada bangunan berusia 1000 tahun di Amerika Serikat,” ujarnya.
Olahraga yang Menyatukan Alam, Tantangan, dan Kebebasan
Para atlet sepakat bahwa ski mountaineering adalah olahraga yang sangat dekat dengan alam.
“Saat sampai di puncak dan melihat lembah di bawah, rasanya benar-benar luar biasa,” kata seorang atlet.
Kebebasan memilih jalur pendakian menjadi salah satu hal paling indah dari olahraga ini.
“Anda bisa mendaki gunung dari sisi mana pun. Setiap hari memberikan jalur berbeda,”ungkapnya.
Persaingan Sehat dan Kekaguman Antar Atlet
Meski bersaing sengit, hubungan antar atlet kerap akrab.
Salah seorang peserta bahkan menyebut Emily Harrop—atlet peraih empat kemenangan sprint berturut-turut—sebagai sosok yang menginspirasinya.
“Saya penggemar berat Emily. Saya berlomba bersama mereka, bukan melawan mereka,”ujarnya.
Mereka juga menilai olahraga ini sangat dinamis untuk ditonton.
Transisi cepat, perubahan situasi dalam hitungan detik, hingga medan licin menjadi bagian dari daya tarik disiplin sprint dan relay.
Olimpiade 2026: Impian yang Semakin Dekat
Bagi sebagian atlet, kesempatan tampil di Olimpiade merupakan mimpi masa kecil yang kini berada di depan mata.
“Saya ingat membaca bahwa ski mountaineering akan menjadi cabang Olimpiade. Saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya akan hadir sebagai penonton atau sebagai atlet? Saya memutuskan menjadi atlet,” ungkap seorang atlet yang pertama kali mengetahui kabar tersebut pada 2021.
Mereka menyadari bahwa Olimpiade bukan hanya tentang hari pertandingan, tetapi perjalanan panjang menuju ke sana.
“Prosesnya lebih penting daripada harinya. Itu yang akan membentuk kita sebagai manusia,”kata seorang atlet.
Dengan satu tahun tersisa menuju Olimpiade Musim Dingin 2026, semangat mereka makin menyala.
“Hitung mundurnya sudah dimulai. Saya tidak bisa lebih fokus dan bahagia dari ini,” tutup salah satu atlet penuh optimisme.