Jakarta — 3 Desember 2025-Keluarga almarhum aktor senior Epy Kusnandar mengungkap sejumlah cerita yang terjadi sebelum sang aktor berpulang. Sang istri, Karina Ranau, mengaku masih terkejut dengan kepergian mendadak suaminya. Ia menceritakan bahwa beberapa hari sebelum wafat, Epy sempat mengalami pingsan sehingga diminta beristirahat total di rumah.
Namun pada malam sebelum meninggal, Epy justru tiba-tiba ingin pergi ke warung dan mengumpulkan para karyawan. “Beliau tiba-tiba ngajak evaluasi, warung sudah berjalan 3 bulan, mau dibawa ke mana ke depannya. Padahal biasanya enggak seperti itu,” ujar Karina.
Wasiat Pemakaman yang Sudah Lama Disampaikan
Karina juga mengungkap bahwa Epy pernah menyampaikan wasiat terkait tempat pemakamannya. “Beliau sempat bilang ingin dimakamkan di sebelah ibunya di Garut. Itu sudah lama dia ucapkan,” tuturnya.
Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga dan mempertimbangkan kondisi emosional, Karina memutuskan pemakaman dilakukan di Jakarta. “Saya enggak mau jauh. Saya minta Epy dimakamkan di Jakarta,” kata Karina.
Akhirnya keluarga memilih TPU Jeruk Purut, yang lokasinya juga berdekatan dengan makam salah satu guru yang sangat dihormati Epy, almarhum Mas Ena Alutoyo. Rekan dekat Epy, Boy, membantu mengurus lokasi pemakaman.
“Alhamdulillah dapat tempat dekat gurunya. Sudah disiapkan, insyaallah besok sebelum Zuhur,” ujar Boy.
Keluarga Gelar Tahlilan Tiga Hari
Malam ini, keluarga akan menggelar tahlilan yang dihadiri kerabat dekat. “Tahlilan internal saja, tiga hari. Kalau tujuh hari mungkin keluarga saja,” jelas keluarga.
Rekan dan Keluarga Kenang Pribadi Epy yang Rendah Hati
Sahabat dan rekan sesama seniman mengenang Epy sebagai pribadi yang baik, merangkul semua angkatan, dan tidak pernah menjelekkan siapa pun.
“Kalau lagi senang sepeda ontel, beli sepeda ontel. Kalau lagi suka warna oranye, dari bawah sampai atas oranye semua. Enggak pernah saya lupakan,” ujar salah satu rekan dekatnya.
Pesan Terakhir untuk Anak: Tentang Karya, Buku, dan Mimpi
Putra Epy, Damar, mengungkap percakapan terakhirnya dengan sang ayah. Menurutnya, Epy selalu mengajak berdiskusi soal karya dan masa depan kreatif.
“Terakhir ketemu di warung. Papap bilang, ‘Kita bikin karya, bikin sesuatu.’ Beliau juga sempat bilang ingin menulis buku dari catatan-catatan yang sering dia tulis,” ujar Damar.
Epy bahkan menitipkan pesan mengenai perkuliahan dan dunia seni yang ia cintai.
“Papap selalu bilang, jangan ikut-ikut papap, tapi lewat sini jalannya. Salam buat dosen teater, buat teman-teman Garut Film Forum, buat semua yang pernah bareng dia,” kenangnya.
Damar menambahkan bahwa meskipun tidak disampaikan sebagai wasiat formal, kata-kata Epy menjadi dorongan baginya untuk meneruskan mimpi sang ayah. “Motivasinya sudah ditransfer duluan,” ujarnya haru.
Pemakaman Epy Kusnandar dijadwalkan berlangsung Kamis sebelum Zuhur di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.